Commuter Line Jabodetabek Layani 86,8 Juta Pengguna pada Triwulan I/2026

Para penumpang bersiap naik kereta api Commuter Line Jabodetabek. (dok. kci.id)
Bagikan

Pergerakan pengguna Commuter Line dalam aktivitas sehari – hari menunjukkan peningkatan di awal Triwulan I/2026, melampaui torehan tahun lalu, yang menguatkan posisi sebagai moda transportasi pilihan utama masyarakat.

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, KAI Commuter melayani 86.865.947 pengguna Commuter Line Jabodetabek.

Meningkat 5,7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 82.114.334 pengguna.

Vice President Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menyatakan, angka tersebut menggambarkan transportasi ramah lingkungan ini sebagai penunjang utama transportasi urban bagi masyarakat perkotaan.

“Rata – rata setiap hari kerja, hampir 1,1 juta masyarakat di berbagai kota mengandalkan Commuter Line untuk transportasi dan aktivitas hariannya,” jelasnya.

Karina menambahkan bahwa tidak hanya hari kerja, momentum akhir minggu ataupun hari libur Commuter Line juga tetap menjadi transportasi pilihan masyarakat.

Khusus pada kebijakan Work From Home Aparatur Sipil Negara (WFH ASN) setiap Jumat ini, Commuter Line juga tetap menjadi transportasi pilihan masyarakat selain ASN untuk beraktivitas.

Total tercatat sebanyak 1.041.319 pengguna Commuter Line Jabodetabek pada kebijakan WFH ASN pertama pada Jumat, 10 Maret 2026.

Pola persebaran pengguna Commuter Line Jabodetabek pada kebijakan WFH ASN ini terjadi pada pagi dan sore hari yang biasanya menjadi waktu mobilitas para ASN.

“Pada jam sibuk pagi hingga pukul 10.00 WIB Jumat ini, tercatat pengguna yang naik Commuter Line Jabodetabek sebanyak 300.180 orang. Angka tersebut menurun 20% dari Jumat sebelum kebijakan WFH ASN atau sebanyak 376.186 orang,” jelas Karina.

Dari pantauan stasiun keberangkatan, seperti Stasiun Bogor, hingga pukul 10.00 WIB ini, pengguna di hari kebijakan WFH ASN ini tercatat sebanyak 7.484 orang yang naik dari stasiun ini atau turun sebesar 29,3%.

Sementara itu, di Stasiun Bekasi mengalami penurunan sebesar 27,2% atau total sebanyak 16.825 orang, sedangkan di Stasiun Keberangkatan Sudimara pada pagi tercatat penurunan volume pengguna sebesar 32,5% atau sebanyak 8.958 pengguna.

Meskipun terjadi penurunan volume pengguna dampak dari kebijakan WFH ASN, KAI Commuter tetap mengoperasikan perjalanan Commuter Line secara normal.

Sebanyak 1.065 perjalanan per hari tetap disiagakan untuk melayani masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah.

Selain layanan Jabodetabek, layanan Commuter Line juga melayani kawasan penyangga Jakarta seperti layanan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta (Basoetta) dan Commuter Line Merak.

Volume penggunanya juga terus menunjukkan peningkatan yang terus naik. Salah satunya pengguna Commuter Line Basoetta yang menghubungkan dengan Bandara Soetta dan wilayah Kota Tangerang.

Pada Triwulan I/2026 mencatatkan penggunanya sebanyak 640.510 orang atau meningkat 23,8% jika dibandingkan dengan periode tahun 2025, yaitu sebanyak 517.166 pengguna.

Selain untuk menuju Bandara, layanan ini juga bisa digunakan masyarakat sekitar Tangerang sebagai alternatif menuju pusat-pusat perkantoran yang ada di Kota Jakarta.

Selain itu, layanan Commuter Line Merak yang menghubungkan pengguna Commuter Line Jabodetabek dengan wilayah – wilayah di sekitar Serang dan Banten juga menunjukkan hal yang sama.

“Pada Triwulan I/2026 ini tercatat sebanyak 1.134.514 pengguna yang meningkat 11,7% jika dibandingkan periode yang sama di tahun 2025, yaitu sebanyak 1.014.945 orang,” tutur Karina. B

Komentar

Bagikan