Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) akan menambah koridor baru layanan Bus Trans Jateng pada tahun 2027.
Menurut rencana, rute baru itu akan melayani wilayah Kota Magelang, Kabupaten Magelang dan Kabupaten Temanggung (Gelangmanggung).
Hal itu menyusul adanya kesepakatan bersama antara Pemprov Jateng dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang, Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang dan Pemkab Temanggung.
Kesepakatan bersama tersebut ditandatangani Gubernur Ahmad Luthfi, Bupati Magelang Grengseng Pamuji, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono dan Bupati Temanggung Agus Setyawan di Pendopo Kabupaten Temanggung.
Kesepakatan tersebut merupakan tindak lanjut dari komitmen bersama yang telah disepakati pada 14 Januari 2026 untuk memperkuat integrasi layanan transportasi antardaerah, sekaligus menjadi pedoman penyelenggaraan layanan Angkutan Aglomerasi Perkotaan.
Pedoman tersebut, melalui sinkronisasi program, dukungan pembiayaan, pengembangan layanan yang terintegrasi dengan angkutan pengumpan (feeder) dan penyediaan sarana, serta prasarana pendukung oleh para pihak sesuai kewenangannya.
“Kesepakatan bersama ini untuk mengetahui peran masing – masing,” kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko di Pendopo Kabupaten Temanggung.
Layanan baru ini direncanakan melayani rute Temanggung – Kota Magelang – Kabupaten Magelang (pergi pulang/pp) dengan 14 unit armada bus.
Jam operasional pukul 05.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB, dan headway (jarak antarbus) sekitar 15 menit sampai dengan 20 menit dengan target layanan mulai beroperasi pada Agustus 2027.
Menurut Arief, layanan Trans Jateng di Gelangmanggung ini akan menghidupkan kembali sistem transportasi terintegrasi secara subregional maupun nasional.
Saat ini, sudah ada koridor Trans Jateng Magelang – Purworejo, yang terhubung dengan sistem transportasi nasional yaitu kereta api, juga membangun kembali sistem transportasi lokal, baik kota maupun pedesaan, yang terintegrasi.
“Kabupaten dan Kota Magelang punya angkutan sekolah gratis, ini akan kami integrasi dengan Trans Jateng. Rute ke tempat wisata juga akan diintegrasikan,” jelasnya.
Trans Jateng saat ini sudah beroperasi di tujuh koridor, dengan total armada 115 unit bus.
Ketujuh koridor tersebut berada di empat Wilayah Pengembangan (WP), yaitu Kedungsepur, Solo Raya, Banyumas Raya dan Purworejo – Magelang. B




