BPSDMP Dukung Proses Pemeriksaan Kepolisian dan Evaluasi Menyeluruh Terkait Meninggalnya Calon Taruna Poltekpel Malahayati

Kawasan Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati, Aceh. (dok. bpsdmp)
Bagikan

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) sebagai unit kerja Eselon I di lingkungan Kementerian Perhubungan yang memiliki lingkup tugas pembinaan terhadap Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati mendukung sepenuhnya proses pemeriksaan yang dilakukan oleh Kepolisian terkait meninggalnya calon taruna Poltekpel Malahayati, Muhammad Rasya Fadhillah.

Calon taruna tersebut meninggal pada Minggu, 27 September 2026, saat menjalani perawatan di RSUD dr. Zainoel Abidin, Banda Aceh. BPSDMP juga telah mengirimkan tim untuk melakukan pendalaman di Poltekpel Malahayati guna mengumpulkan dan memverifikasi data, serta fakta terkait rangkaian peristiwa yang terjadi.

Plt Kepala BPSDMP Samsuddin menegaskan bahwa BPSDMP menghormati dan mendukung proses pemeriksaan yang sedang dilakukan oleh Kepolisian.

Menurutnya, hasil pemeriksaan pihak yang berwenang akan menjadi rujukan dalam menentukan langkah kelembagaan selanjutnya.

“BPSDMP mendukung sepenuhnya proses pemeriksaan yang dilakukan oleh Kepolisian. Apapun hasil pemeriksaan yang disampaikan secara resmi nantinya, kami hormati dan menjadi bagian penting dalam menentukan langkah tindak lanjut, serta perbaikan di lingkungan Poltekpel Malahayati,” jelasnya.

Menurut Samsuddin, tim BPSDMP telah berangkat ke Poltekpel Malahayati pada Selasa, 29 September 2026 dan melakukan pendalaman internal dan evaluasi menyeluruh agar seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan, pembinaan, kesehatan, pengawasan dan perlindungan calon taruna dapat terus diperbaiki.

Dia menambahkan, BPSDMP bersama Poltekpel Malahayati terus melakukan langkah – langkah perbaikan sambil menunggu hasil pemeriksaan Kepolisian.

Langkah tersebut antara lain memperkuat pengawasan terhadap kegiatan calon taruna, memastikan pelayanan dan pemantauan kesehatan berjalan, membuka ruang komunikasi dengan orang tua, serta melakukan pendalaman terhadap pelaksanaan kegiatan pembinaan dan pengasuhan.

“Kami sudah mengistruksikan agar unit kesehatan yang ada di Poltekpel Malahayati lebih proaktif mendeteksi kemungkinan adanya gangguan kesehatan di kalangan oara calon taruna,” ungkapnya.

Selain itu juga telah dilakukan langkah – langkah pembenahan sarana dan prasarana pendukung kegiatan, serta pengurangan jam aktivitas agar calon taruna lebih maksimal memanfaatkan waktu istirahat.

“Ini semua untuk memastikan bahwa proses pendidikan di lingkungan BPSDMP senantiasa mengedepankan keselamatan, kesehatan, perlindungan dan pembentukan karakter peserta didik. Evaluasi ini tidak hanya melihat satu aspek, tapi seluruh rangkaian penyelenggaraan pendidikan sebagai bagian dari upaya perbaikan ke depan,” jelas samsuddin.

Dia menambahkan, pihaknya tidak ingin menunggu sampai seluruh proses selesai untuk melakukan perbaikan dan hal – hal yang dapat dievaluasi, serta perbaiki secara internal akan segera ditindak lanjuti.

Sementara itu, untuk hal – hal yang menjadi kewenangan Kepolisian, akan menghormati dan mengikuti proses hukum yang berlaku dan mendukung apapun hasil pemeriksaan resmi yang nantinya disampaikan.

BPSDMP juga mengajak seluruh pihak untuk memberikan informasi yang faktual dan dapat dipertanggungjawabkan, serta menghormati proses pemeriksaan yang sedang berjalan, sehingga setiap kesimpulan mengenai peristiwa tersebut dapat didasarkan pada fakta dan hasil pemeriksaan resmi dari kepolisian.

Sebagai bagian dari langkah yang sedang berjalan, Poltekpel Malahayati telah membuka ruang bagi orang tua calon taruna untuk datang ke kampus dan bertemu langsung dengan putra – putri mereka.

Pada Jumat, 2 Oktober 2026, orang tua calon taruna diberikan kesempatan untuk bertemu, berbicara dan melihat secara langsung kondisi putra – putri mereka.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Poltekpel Malahayati untuk memperkuat keterbukaan dan komunikasi dengan keluarga calon taruna.

Pada kesempatan tersebut, jajaranan manajemen Poltekpel Malahayati telah memberikan kesempatan kepada para orang tua untuk menyampaikan masukan maupun informasi yang berkaitan dengan kesehatan, keselamatan dan proses pembinaan calon taruna.

Kampus juga membuka ruang bagi pihak yang memiliki informasi mengenai dugaan tindakan kekerasan untuk menyampaikannya kepada pihak kampus maupun penyidik agar dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme pemeriksaan yang berlaku.

BPSDMP mendukung langkah keterbukaan yang dilakukan Poltekpel Malahayati tersebut sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi yang baik antara satuan pendidikan, peserta didik dan orang tua. B

 

Komentar

Bagikan