Bandara Haji Muhammad Sidik Dorong Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kabandara HM Sidik Endang Setiawan bersama jajarannya. (Bandara)
Bagikan

Keberadaan Bandara Haji Muhamad Sidik akan mendorong pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan Tengah, menyusul peresmian bandara tersebut oleh Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin pada Selasa (30/3/2021).

Menurut Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, hal itu akan sangat meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di Kabupaten Barito Utara dan sekitarnya.

“Dengan semakin maju dan hadirnya simpul-simpul transportasi strategis di Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh yang berlokasi di Desa Trinsing, Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara, memerlukan waktu pembangunan selama 10 tahun, dimulai 2009 dan selesai dibangun pada 2019.

Untuk mencapai Muara Teweh, jika ditempuh dengan jalur darat dari Palangkaraya memakan waktu sekitar tujuh jam, dari Banjarmasin sembilan jam, dari Balikpapan 12 jam, dan dari Samarinda 14 jam.

Baca juga :   Gunung Semeru Meletus

Dengan adanya Bandara Muara Teweh, dapat ditempuh kurang lebih hanya satu jam dengan menggunakan pesawat.

Bupati Barito Utara Nadalsyah mengatakan, Kalteng adalah Provinsi terluas kedua di Indonesia, maka dari itu membutuhkan dukungan infrastruktur transportasi, khususnya transportasi udara.

“Dengan luasnya kalteng perlu dukungan infrastruktur transportasi khususnya transportasi udara. Maka dengan adanya Bandara Haji Muhammad Sidik diharapkan dapat menimbulkan titik-titik ekonomi baru di Kalteng dan sekitarnya,” jelas Nadalsyah.

Sementara itu, Kepala Bandara Haji Muhammad Sidik Endang Setiawan menuturkan, bandara ini sudah melayani dua rute penerbangan, yakni rute penerbangan perintis Palangka Raya-Muara Teweh pp dan rute penerbangan niaga, tidak berjadwal Banjarmasin-Muara Teweh pp.

Baca juga :   YIA Jadi Bandara Pertama di Indonesia Yang Meraih Sertifikat Gold Greenship Building

“Dengan peresmian bandara ini, semoga lebih bermanfaat kepada masyarakat Barito Utara khususnya dan dapat menjadi penyangga transportasi, sehingga lebih terbuka akses transportasi ke daerah lain,” ujar Endang Setiawan.

Saat ini, Bandara Haji Muhamamad Sidik memiliki panjang landasan pacu 1.400 m x 30 m, pelataran pesawat dengan ukuran 110,25 m x 80 m, landas hubung berukuran 173 m x 15 m, dan landas putar berukuran 2.250 m2.

Selain itu, bandara ini memiliki daerah henti dengan ukuran 60 m x 30 m dan strip landasan dengan ukuran 1.520 m x 150 m. B

Komentar

Bagikan