
Di balik pesatnya perkembangan kawasan Danau Toba dan Sibolga, terdapat peran penting perempuan yang menjadi penggerak perubahan di keluarga, masyarakat hingga perekonomian daerah.
Melalui pendidikan dan peningkatan keterampilan, perempuan memiliki peluang lebih besar untuk berkontribusi dalam pembangunan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan komunitas tempat mereka tumbuh dan berkembang.
Berangkat dari semangat tersebut, PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menjalin kerja sama dengan Universitas Negeri Medan (UNIMED) untuk menghadirkan Program Beasiswa Perempuan Pesisir.
Program ini menjadi langkah nyata dalam memperluas akses pendidikan, meningkatkan keterampilan dan mendorong kemandirian ekonomi perempuan di wilayah Danau Toba, serta Sibolga.
Penandatanganan kerja sama disaksikan langsung oleh Direktur Keuangan ASDP, Bunga Herlina dan ditandatangani oleh General Manager ASDP Cabang Danau Toba Nikson Ambarita bersama Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, serta Sistem Informasi Universitas Negeri Medan, Prof. Erond Litno Damanik. Kegiatan tersebut berlangsung di Manhattan Times Square, Medan.
Direktur Keuangan ASDP Bunga Herlina menegaskan bahwa program ini mencerminkan peran ASDP yang tidak hanya menghadirkan layanan transportasi penyeberangan, tetapi juga berkontribusi sebagai agen pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar wilayah operasional.
“Kami percaya bahwa pemberdayaan perempuan melalui akses pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan masyarakat yang lebih mandiri, berdaya saing dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” jelas Bunga.
Melalui program ini, peserta akan memperoleh pembekalan keterampilan praktis yang memiliki nilai ekonomi dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja, mulai dari bidang tata boga, tata rias, tata busana hingga kemampuan berbahasa Inggris.
Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sekitar wilayah operasional ASDP, sekaligus memperluas peluang perempuan untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah.
Program Beasiswa Perempuan Pesisir juga sejalan dengan upaya pengembangan Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP).
Seiring dengan meningkatnya aktivitas pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan tersebut, kebutuhan akan SDM lokal yang kompeten menjadi semakin penting.
Melalui peningkatan kapasitas masyarakat, ASDP turut berkontribusi menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi komunitas setempat.
Corporate Secretary ASDP Windy Andale menjelaskan bahwa selain penandatanganan kerja sama, pada hari yang sama ASDP juga menyelenggarakan kegiatan Inspiration Day bersama sivitas akademika Universitas Negeri Medan dengan tema Perempuan Berdaya Sebagai Penggerak Ekonomi di Sektor Formal dan Informal.
“Kegiatan ini menjadi ruang berbagi inspirasi dan wawasan mengenai pentingnya peran perempuan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, baik melalui profesi di sektor formal maupun melalui kewirausahaan dan usaha mandiri di sektor informal,” ungkapnya.
Melalui forum ini, dia menambahkan, ASDP mendorong lahirnya perempuan – perempuan yang percaya diri, memiliki kompetensi dan mampu menjadi penggerak perubahan di lingkungan sekitarnya.
Program Beasiswa Perempuan Pesisir merupakan bagian dari implementasi pilar Sosial dan Ekonomi TJSL ASDP, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 1 Tanpa Kemiskinan, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 5 Kesetaraan Gender, SDG 8 Pekerjaan Layak, dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan.
Melalui inisiatif ini, ASDP menegaskan komitmennya sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tidak hanya menghubungkan wilayah melalui layanan transportasi penyeberangan, tetapi juga menghadirkan peluang, memperkuat kapasitas masyarakat, dan menciptakan manfaat berkelanjutan bagi generasi masa depan. B



