AP II dan Stakeholders Aviasi Bahas Peningkatan Penerbangan

Bandara Raden Inten II di Provinsi Lampung. (dok. wikipedia.org)

PT Angkasa Pura II (AP II), bagian dari InJourney dan pengelola 20 bandara di Indonesia, menggelar pertemuan dengan stakeholders penerbangan di Lampung pada 27-28 Maret 2024.

Pertemuan bertajuk Allocations Slot Meeting yang digelar oleh Unit Commercial Service Division AP II ini dihadiri maskapai nasional, Indonesia Airport Slot Management (IASM), Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Lampung dan Bank Indonesia Provinsi Lampung.

Acara tersebut juga dibuka oleh perwakilan Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Vice President of Corporate Communication AP II Cin Asmoro mengatakan, pertemuan ini sebagai upaya meningkatkan konektivitas penerbangan, khususnya di bandara AP II.

“Kolaborasi stakeholders ekosistem penerbangan sangat penting, dan sejalan dengan itu setiap awal tahun AP II menggelar pertemuan dengan para stakeholder untuk terus mempererat kolaborasi,” ujarnya.

Cin Asmoro menuturkan, di dalam pertemuan, AP II, maskapai dan para stakeholder memiliki pandangan yang sama dalam memperkuat konektivitas udara untuk mendukung pengembangan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi.

Maskapai yang hadir di pertemuan tersebut adalah Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Batik Air, Super Air Jet, Wings Air, Pelita Air, dan maskapai AirAsia Indonesia.

Adapun AP II memastikan ketersediaan slot time (ketersedian waktu untuk keberangkatan dan kedatangan penerbangan di bandara) yang dibutuhkan maskapai untuk mengoperasikan penerbangan.

Slot plan pada 2024 di 20 bandara AP II secara kumulatif mencapai 294.472 slot untuk sepanjang tahun. AP II bersama maskapai akan terus membahas mengenai optimalisasi slot time penerbangan ini,” jelas Cin Asmoro.

Baca juga :   Kemenhub Pastikan Tidak Ada Penerbangan Terganggu Akibat Akses Menuju BIM Ditutup Sementara Akibat Banjir

Dia memaparkan, pada tahun ini AP II mencanangkan target jumlah pergerakan penumpang di 20 bandara pada 2024 secara kumulatif mencapai 91,08 juta penumpang atau meningkat 13% dibandingkan dengan realisasi 2023 sebanyak 80,25 juta penumpang.

Target penumpang 2024 itu merefleksikan tingkat pemulihan (recovery rate) lebih dari 100% dari kondisi sebelum pandemi Covid-19 pada 2019, yakni sekitar 90,77 juta penumpang.

“Kami optimistis dapat mencapai target tersebut melalui kolaborasi dengan seluruh stakeholder guna memberikan pelayanan terbaik bagi penumpang pesawat,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk jumlah penerbangan, pada tahun ini ditargetkan dapat mencapai sekitar 674.1600 pergerakan pesawat atau meningkat 12% dibandingkan dengan tahun lalu sebanyak 599.600 pergerakan pesawat.

Sejak awal tahun 2024, bandara-bandara AP II telah membuka berbagai rute penerbangan baru, mengaktifkan kembali rute penerbangan yang sempat ditutup, karena dampak pandemi, dan menambah frekuensi penerbangan di rute eksisting.

Seluruh bandara AP II memiliki potensi pengembangan rute penerbangan, seperti halnya di Bandara Radin Inten II (Lampung).

Executive General Manager (EGM) Bandara Radin Inten II Untung Basuki menegaskan, Lampung memiliki daya tarik wisata bagi wisatawan.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, sektor pariwisata di Lampung menempati urutan ke-3 tertinggi pergerakan wisatawan nusantara di Sumatra pada periode Januari – September 2023, yaitu sebesar 10,26 juta wisatawan.

Baca juga :   Bandara Taman Bung Karno Resmikan Penerbangan Perintis

“Bandara Radin Inten II berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan pariwisata di Lampung. Kami telah beberapa kali melakukan pertemuan dengan maskapai untuk reaktivasi rute lama yang pernah beroperasi sebelum pandemi maupun pembukaan rute baru dari dan ke Bandara Radin Inten II Lampung,” jelas Untung Basuki.

Menyusul pembukaan rute baru ke Denpasar oleh AirAsia dan ke Yogyakarta oleh Lion Air pada Januari 2024, dalam waktu dekat akan ada satu maskapai baru yang beroperasi di Bandara Radin Inten II.

Menurut Untung Basuki, Bandara Radin Inten II didukung fasilitas landas pacu dengan ukuran 2.770 meter x 45 meter yang dapat mendukung operasional pesawat berbadan sedang (narrow body), seperti Boeing 737 dan Airbus 320 serta Apron yg dapat menampung hingga 12 parking stand pesawat.

Pada acara Allocations Slot Meeting di Lampung ini, hadir juga EGM Bandara Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru) Radityo Ari Purwoko.

“Pertemuan AP II dengan maskapai nasional ini menjadi momentum dalam bersama-sama untuk meningkatkan kontribusi Bandara Sultan Syarif Kasim II terhadap pariwisata dan perekonomian di Pekanbaru,” ujar Radityo Ari.

Di tempat yang sama, EGM Bandara Sultan Thaha (Jambi) Siswanto menuturkan, lalu lintas penerbangan di Jambi diproyeksikan semakin meningkat pada tahun ini.

“Pariwisata di Jambi semakin bergeliat dan Bandara Sultan Thaha sebagai pintu masuk wisawatan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi wisatawan dan seluruh masyarakat Jambi,” ungkapnya. B

 

 

Komentar