Transportasi Publik adalah Penggerak Ekonomi Kota

Penggunaan sistem pembayaran tiket MRT Jakarta dengan kartu kredit nirsentuh atau Europay, Mastercard dan Visa (EMV) Contactless. (dok. jakartamrt)
Bagikan

Transportasi publik memiliki peran strategis yang lebih luas dari sekadar menyediakan layanan mobilitas masyarakat.

Kehadirannya dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi kota melalui pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD), sekaligus mendorong terwujudnya pembangunan perkotaan yang berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat saat menjadi pembicara dalam Kuliah Umum dan Kapita Selekta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila bertajuk Sustainable Mobility for a Better Future: Peran Transportasi Publik dalam Mendukung Kota Hijau dan Pembangunan Berkelanjutan di Kampur Universitas Pancasila, Jakarta Selatan.

Dia menekankan bahwa stasiun tidak seharusnya hanya dipandang sebagai tempat naik dan turun penumpang, melainkan dapat dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, sekaligus ruang hidup perkotaan.

Melalui konsep TOD, kata Tuhiyat, integrasi transportasi publik dengan aktivitas ekonomi dan kawasan di sekitarnya dapat menciptakan nilai tambah bagi kota dan masyarakat.

“Transportasi publik adalah penggerak ekonomi kota. Melalui pengembangan bisnis dan kawasan berorientasi transit dengan stasiun sebagai pusatnya, kita tidak hanya membangun konektivitas, tapi juga menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru,” jelasnya.

Tuhiyat menuturkan, pengembangan bisnis kawasan menjadi salah satu strategi MRT Jakarta dalam memperkuat diversifikasi pendapatan nontiket, antara lain melalui hak penamaan (naming rights), periklanan, ritel, dan layanan digital.

Selain itu, terdapat peluang penciptaan nilai ekonomi melalui mekanisme land value capture dari peningkatan nilai kawasan di sekitar stasiun.

Dari perspektif keberlanjutan, pengembangan TOD turut mendorong terbentuknya lingkungan perkotaan yang lebih hijau melalui kawasan ramah pejalan kaki, konektivitas antarmoda dan pengurangan ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.

Upaya ini sejalan dengan konsep sustainable mobility dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan, serta SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.

Tuhiyat juga mengajak mahasiswa untuk terus menerapkan gaya hidup berbasis transportasi publik dan menjadi agen perubahan dalam membangun budaya mobilitas perkotaan yang lebih berkelanjutan.

Kegiatan ini juga ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara PT MRT Jakarta (Perseroda) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila.

Perjanjian yang ditandatangani langsung oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pancasila, Harnovinsah mencakup pengembangan sumber daya manusia, program magang, penelitian, publikasi ilmiah, inovasi, pengabdian kepada masyarakat, serta kegiatan akademis lainnya untuk jangka waktu satu tahun.

Melalui kolaborasi ini, MRT Jakarta berharap dapat memperkuat sinergi antara dunia industri dan akademik sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk memahami, serta terlibat langsung dalam pengembangan transportasi publik modern.

Dengan demikian, transportasi publik tidak hanya menjadi solusi mobilitas hari ini, tetapi juga investasi strategis bagi masa depan kota yang lebih hijau, inklusif dan berdaya saing. B

Komentar

Bagikan