
Memasuki fase akhir persiapan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, InJourney bersama dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Mandalika Grand Prix Association (MGPA) dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) melakukan pengecekan langsung kesiapan Pertamina Mandalika International Circuit.
Cek persiapan kegiatan tersebut dilakukan melalui track inspection yang dirangkai dengan Forum Diskusi untuk mengonsolidasikan komitmen seluruh pemangku kepentingan.
Peninjauan lintasan ini menjadi langkah penting guna menyambut proses homologasi FIM Grade A yang dijadwalkan pada 8 Oktober 2026.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan, komitmen pemerintah daerah untuk bergerak bersama memastikan kesiapan infrastruktur dan memperluas manfaat ajang ini bagi masyarakat lokal.
“Target kita bukan hanya memastikan event berjalan aman dan lancar, tetapi memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat NTB. Oleh karena itu, seluruh unsur harus bergerak bersama, mulai dari kesiapan infrastruktur hingga semakin besarnya keterlibatan masyarakat, UMKM dan talenta daerah,” ujarnya.
Direktur Utama InJourney Maya Watono menjelaskan, ajang balap internasional ini sebagai katalis utama bagi pertumbuhan pariwisata Indonesia.
Dia menekankan bahwa pentingnya semangat gotong royong lintas sektor untuk mengatasi berbagai tantangan, salah satunya terkait konektivitas udara.
“Dalam diskusi hari ini, berbagai isu kami uraikan dan carikan solusi bersama. Pada periode pekan ajang balap Grand Prix of Indonesia 2026 kami mencatat adanya tambahan 66 penerbangan dari dan ke NTB, yang hampir semuanya merupakan pesawat berbadan besar atau wide body,” jelas Maya.
Dia juga menyoroti komitmen perusahaan dalam mencetak talenta unggul bertaraf global, bahkan tenaga kerja lokal, khususnya para marshal asal NTB, kini telah mendapat kesempatan berkiprah memimpin lintasan balap di Malaysia, Jepang hingga Australia.
Sementara itu, Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang juga Direktur Operasi ITDC Troy Warokka menyatakan, persiapan event saat ini telah memasuki fase eksekusi yang krusial.
“Setiap kendala dipastikan memiliki penanggung jawab dengan target waktu penyelesaian yang jelas guna menghadirkan penyelenggaraan yang aman, lancar dan berkualitas,” jelasnya.
Dari sisi teknis lintasan, Direktur Utama MGPA Ananda Mikola merinci progres kesiapan sirkuit berjalan sesuai target.
Pekerjaan civil works telah mencapai 90%, lanjutnya, sedangkan pekerjaan vital seperti kelistrikan, perlindungan kebakaran, dan garasi telah rampung 100%.
“Target kami bukan hanya memastikan sirkuit siap, tetapi seluruh operasional balap juga siap. Sebanyak 400 marshal akan menjalani pelatihan pada awal Oktober,” tutur Ananda.
Selain kesiapan lintasan, pergerakan logistik internasional juga sudah dimulai dengan kedatangan 13 dari total 27 kontainer jalur laut.
Guna menjamin kelancaran mobilitas dan keamanan, penyelenggara menyiagakan 118 shuttle di dalam kawasan sirkuit, 35 shuttle armada dari Pemprov NTB, serta ratusan personel gabungan untuk security dan crowd control.
Dampak positif penyelenggaraan ini pun telah dirasakan oleh para pelaku industri pariwisata.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB Ni Ketut Wolini mengatakan bahwa tingkat keterisian akomodasi menjelang hari balapan telah mendekati angka 100%.
Rangkaian MotoGP Mandalika yang akan berlangsung pada 9 – 11 Oktober mendatang terus memperluas dampaknya dengan melibatkan sekitar 3.000 tenaga kerja lokal dan 213 UMKM binaan.
Dengan antusiasme publik yang terus meningkat dan penjualan tiket yang telah menyentuh 53% dari total kuota, kolaborasi solid ini diharapkan mampu mengukuhkan The Mandalika sebagai destinasi sport tourism kebanggaan Indonesia di mata dunia. B



