Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Ditjen Kemenhub), menerima informasi awal melalui laporan Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta terkait dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada Sabtu (5/9/2026) pagi.
Menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa, berdasarkan ASHTAM Nomor VAWR3739 yang diterbitkan pada pukul 09.10 WIB, tercatat jarak sebaran abu vulkanik terhadap sejumlah bandar udara (bandara).
Jarak sebaran abu vulkanik terhadap sejumlah bandara sebagai berikut:
- Bandara Internasional Soekarno-Hatta sekitar 31,4 km.
- Bandara Pondok Cabe sekitar 18,5 km.
- Bandara Halim Perdanakusuma sekitar 31,4.
Pada Bandara Internasional Soekarno-Hatta pengamatan menggunakan paper test VA telah dilakukan dan hingga saat ini tidak terdeteksi adanya abu vulkanik.
Operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta tetap berjalan aman, normal dan lancar.
Ditjen Perhubungan Udara terus melakukan pemantauan dan koordinasi secara intensif dengan BMKG, AirNav Indonesia, pengelola bandara, dan maskapai penerbangan guna memastikan keselamatan dan kelanjutan operasional penerbangan khususnya pasa bandar udara terdampak abu vulkanik.
Selain itu, Ditjen Perhubungan Udara juga mengimbau seluruh maskapai penerbangan dan pemangku kepentingan penerbangan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti informasi resmi dan perkembangan terbaru melalui NOTAM/ASHTAM terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau dan potensi sebaran abu vulkanik. B




