MRTJ Bawa Pengalaman Belanja dan Hiburan di Extended Concourse Bundaran HI

Ilustrasi area Extended Concourse stasiun MRT Jakarta. (dok. instagrammrtjakarta)
Bagikan

PT MRT Jakarta (Perseroda) siap membawa pengalaman belanja modern hingga hiburan dan gaya hidup pada ruang multifungsi (extended concourse) Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta.

“Pengembangan extended concourse MRT Bundaran HI direncanakan sebagai area komersial yang terintegrasi dengan berbagai potensi sumber pendapatan, meliputi retail area, advertising area, pop-up and event activation dan co-branding area,” jelas Departement Head Commercial MRTJ Ricky Agung Kresna Putra dalam rangkaian MRTJ Fellowship Program 2026 di Jakarta.

Dia menjelaskan area ritel seluas 1.387 meter persegi akan dikembangkan sebagai ruang ritel yang dapat diisi oleh berbagai tenant.

Tenancy mix Extended Concourse MRT Bundaran HI akan dikembangkan dengan konsep yang lebih beragam dan destination-oriented, yang ditujukan untuk membentuk one-stop shopping destination dengan menghadirkan tenant F&B, lifestyle, fashion and services,” tuturnya.

Berbeda dengan MRT Fase 1 yang memiliki unit relatif lebih kecil dan berfokus pada konsep grab & go, kata Ricky, extended concourse Bundaran HI akan menghadirkan ekosistem komersial yang lebih lengkap sehingga dapat menjadi titik temu bagi pengguna, serta menciptakan pengalaman ritel yang lebih nyaman dan berbeda.

Lebih jauh, MRTJ juga akan menyediakan titik – titik advertising sebagai media promosi bagi jenama atau brand dan memberikan ruang kolaborasi visual dan pengalaman (experience) yang menyandingkan identitas MRT Jakarta dengan jenama mitra.

Sementara, area pop-up and event activation dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pop-up store, aktivasi jenama (brand activation), pameran (exhibition) dan aktivitas lainnya yang dapat menarik kunjungan (traffic).

Terkait kenyamanan pengguna MRTJ dan manajemen kerumunan (crowd management), dia memastikan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan mitra jenama terkait, sekaligus mitigasi agar tidak mengganggu alur pengguna di stasiun.

Sementara itu, Direktur Utama PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ) Yulham Ferdiansyah Roestam menjelaskan, extended concourse ini harus bisa memberikan penciptaan nilai (value added) dari mobilitas, akses, aktivitas dan nilai atas kawasan tersebut.

Dia menambahkan, ini senada dengan adanya pergeseran paradigma dari kawasan yang awalnya hanya menjadi titik lintasan, kini titik tersebut harus bisa memenuhi kebutuhan dari mobilitas penggunanya.

“Makan, minum, charging. Itu kebutuhan sehari – hari. Anda kalau lihat di stasiun-stasiun sekarang ada pos – pos di mana orang bisa duduk kemudian charge handphone, charge laptop. Sebegitu impactful hal – hal seperti itu untuk mobilitas orang,” ujar Ferdiansyah. B

Komentar

Bagikan