
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menjelaskan, sejumlah langkah untuk meningkatkan keselamatan dalam sektor transportasi.
Dia berkomitmen keselamatan harus terus menjadi perhatian utama dalam setiap moda transportasi.
Hal tersebut disampaikan Menhub saat berdiskusi dengan jurnalis media massa yang tergabung dalam Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub) di Bandung, Jumat malam (2/10/2026).
“Dalam menjaga keselamatan transportasi, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan terus memperkuat aturan dan standar keselamatan,” ungkap Menhub.
Pemeriksaan di lapangan, katanya, pengawasan terhadap operator hingga penindakan terhadap pelanggaran terus ditingkatkan, sehingga seluruh penyelenggara transportasi dapat bekerja dengan standar yang jelas dan terukur.
Menhub mengakui bahwa saat ini tengah disusun sebuah formulasi aturan pengelolaan transportasi, khususnya transportasi publik bagi para operator.
“Aturan tersebut memuat kewajiban asesmen bagi pengelola transportasi publik, baik di tingkat direksi maupun komisaris,” jelasnya.
Dia mengambil contoh pada lembaga keuangan, dengan telah diberlakukan asesmen bagi direksi dan komisaris yang memegang kendali atau pengawasan pada sektor keuangan.
“Kami melihat bahwa sektor transportasi khususnya transportasi publik di mana kita bertanggaung jawab terhadap masyarakat yang menggunakan, kita ingin memastikan bahwa penyelenggara atau perusahaan itu memahami dan mengerti aspek keselamatan,” ujar Menhub.
Guna memperkuat keselamatan khususnya pada transportasi laut, aturan terhadap angkutan barang khususnya barang berat kini telah diperketat.
Menhub telah meminta operator kapal, seperti PT Pelni, PT Pelindo dan PT ASDP Indonesia Ferry lebih ketat lagi terhadap angkutan kendaraan barang, khususnya barang berat.
Bagi angkutan penyeberangan, angkutan penumpang mulai dipisahkan dengan angkutan barang untuk menjaga keamanan dan keselamatan penyeberangan.
Penerapan aturan ini juga merupakan bagian dari kampanye Zero Over Dimension Over Load (ODOL) 2027.
“Kami sudah minta pemisahan ini diterapkan, seperti di Pelabuhan Ketapang. Kita harus mengedukasi beberapa pihak supaya bisa memahami bahwa pemisahan di pelabuhan penyeberangan itu demi keselamatan,” tutur Menhub.
Memasuki musim penghujan, dia mengingatkan bahwa tantangan keselamatan transportasi semakin besar, dengan risiko kecelakaan dan bencana alam yang semakin tinggi.
Maka dari itu, Menhub telah mengingatkan kepada seluruh pejabat Kementerian Perhubungan, mulai dari Eselon I hingga Eselon IV dan jenjang paling bawah agar lebih waspada menghadapi musim penghujan.
Dengan aturan jelas dan praktek tegas di lapangan, dia berharap keselamatan transportasi akan menjadi budaya yang dijaga bersama.
Menhub juga menyatakan keselamatan merupakan bagian dari kampanye yang harus disampaikan secara berulang dan berkelanjutan kepada seluruh insan transportasi, baik di lingkungan Kementerian Perhubungan maupun seluruh stakeholder transportasi.
Dia juga terus mengingatkan agar tidak boleh lengah pada setiap hal yang terkait keselamatan, sebab keselamatan adalah untuk kepentingan bersama.
“Satu nyawa itu terlalu banyak untuk kita korbankan apabila kita tidak memperhatikan atau mempedulikan soal keselamatan. Keselamatan bukan sekadar jargon, bukan sekadar sesuatu di atas kertas atau bukan administrasi,” katanya.
Namun, Menhub menegaskan, harus sudah menjadi budaya dan jika secara pribadi menjadikan ini sebuah harga diri bahwa keselamatan itu harga diri sebagai insan transportasi. “Kalau sudah bicara harga diri adalah sesuatu yang tidak bisa kita tawar.”
Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa, Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono, Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Muhammad Risal Wasal, serta Plt Direktur Jenderal Perhubungan Laut Lollan Panjaitan. B



