PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports mempersiapkan secara optimal Bandara Husein Sastranegara Bandung agar berjalan lancar sesuai dengan jadwal untuk dapat kembali melayani penerbangan pesawat jet dalam waktu dekat.
Menurut Corporate Secretary Group Head InJourney Airports Arie Ahsanurrohim, koordinasi terus dilakukan dengan seluruh pemangku kepentingan.
“Fokus persiapan adalah pemenuhan seluruh aspek kesiapan operasional sesuai yang ditetapkan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan,” jelasnya.
Terkait dengan aspek keselamatan antara lain sudah tersedianya kendaraan siaga Foam Tender untuk pertolongan keadaan darurat dan pemenuhan fasilitas pendukung, serta penunjang Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) Kategori 7.
Pada aspek keamanan dilakukan peningkatan fasilitas Screening Check Point (SCP) meliputi mesin x-ray, walkthrough metal detector (WMTD) dan handheld metal detector (HHTD).
“Dari sisi udara, dilakukan pekerjaan untuk peningkatan daya dukung runway, taxiway dan apron,” tutur Arie.
InJourney Airports telah menyampaikan rencana operasi dan pelayanan di Bandara Husein Sastranegara kepada maskapai penerbangan, sehingga ada sebanyak enam maskapai mengajukan secara resmi untuk bisa beroperasi di bandara ini.
Mengenai maskapai yang telah menyatakan minat untuk beroperasi di Bandara Husein Sastranegara beserta rute dari dan ke Bandung meliputi Citilink dengan rute Kualanamu di Sumatra Utara, Denpasar di Bali dan Surabaya di Jawa Timur.
Kemudian, maskapai Super Air Jet dengan rute Kualanamu, Denpasar, Pekanbaru, Makassar, Batam, Padang, Balikpapan, dan Pontianak, sedangkan maskapai Garuda Indonesia dengan rute Denpasar.
Mengenai maskapai Transnusa dengan rute Kuala Lumpur, Johor Bahru dan Lampung, sedangkan maskapai dari Singapura, Scoot dengan rute Singapura, serta maskapai Wings Air dengan rute Lampung dan Palembang.
InJourney Airports akan mengatur dan memastikan ketersediaan slot time penerbangan (ketersediaan waktu take off dan landing) di bandara untuk mengakomodir permintaan penerbangan sesuai kapasitas Bandara Husein Sastranegara.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan Bandara Husein Sastranegara mulai melayani pesawat jet pada 17 Agustus 2026 melalui skenario bertahap sebelum mencapai operasional penuh pada 17 September 2026.
Bahkan, Kemenhub telah menyelesaikan kajian operasional dan safety assessment sebagai dasar pelaksanaan reaktivasi bandara, kemudian pemenuhan kesiapan operasional menjadi tanggung jawab InJourney Airports sebagai operator bandara.
Pada skenario pertama, Bandara Husein Sastranegara direncanakan melayani penerbangan menggunakan pesawat jet dengan operasi minimal, penerbangan bisnis dan penerbangan charter dengan dukungan kesiapan infrastruktur dasar.
Skenario kedua, bandara ditargetkan dapat melayani pesawat jet kategori Boeing 737-800 dan Airbus A320 melalui penerapan sistem slot management untuk memastikan kapasitas operasional berjalan secara aman, tertib, serta efektif.
Dari aspek keselamatan penerbangan, Direktorat Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kemenhub juga mendorong InJourney Airports untuk segera memenuhi persyaratan Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) Kategori 7.
Pemenuhan kebutuhan tersebut dapat dilakukan melalui mobilisasi kendaraan Aircraft Rescue and Fire Fighting (ARFF) dari Bandara Kertajati setelah selesainya operasional pemulangan jemaah haji, disertai penguatan personel PKP-PK.
Sementara itu, kebutuhan peralatan pendukung lainnya diharapkan dapat dipenuhi melalui optimalisasi dan mobilisasi aset yang telah tersedia tanpa pengadaan baru, sehingga proses reaktivasi dapat berlangsung lebih efisien. B




