
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo bersama Kedutaan Besar Kanada membahas peluang kolaborasi di bidang infrastruktur maritim berkelanjutan, teknologi, dan modernisasi pelabuhan dalam pertemuan yang berlangsung di Pelindo Tower, Jakarta Utara.
Diskusi ini merupakan langkah awal untuk menjajaki potensi kemitraan yang dapat mendukung transformasi sektor kepelabuhanan dan logistik yang lebih efisien, terintegrasi dan berorientasi pada keberlanjutan.
Direktur Hubungan Kelembagaan Pelindo Hendri Ginting menyatakan bahwa masa depan pelabuhan tidak lagi sekadar berfokus pada aktivitas bongkar muat barang, melainkan bertransformasi menjadi ekosistem logistik cerdas yang mengedepankan digitalisasi, inovasi, keunggulan operasional dan keberlanjutan.
“Masa depan pelabuhan bukan sekadar bongkar muat barang, melainkan menjadi ekosistem logistik cerdas yang mengedepankan digitalisasi, inovasi, keunggulan operasional dan keberlanjutan,” jelasnya.
Menurut Hendri, Kanada dikenal memiliki reputasi kuat dalam inovasi teknologi dan pengembangan infrastruktur berkelanjutan, sehingga terbuka peluang besar untuk saling belajar dan berkolaborasi.
Sementara itu, Trade Commissioner sekaligus Second Secretary at the Embassy of Canada Simon Moreau menjelaskan, peran Trade Commissioner Service Kanada dalam menjembatani hubungan bisnis antara kedua negara.
Dia menyatakan bahwa pihaknya memberikan akses bagi para pengambil keputusan, seperti Pelindo kepada perusahaan-perusahaan Kanada yang siap mendukung ekspansi ke luar negeri, sekaligus mendorong investasi asing masuk ke Kanada.
Menurutnya, dengan memahami kebutuhan, proyek dan prioritas mitra, pihaknya dapat menjembatani kolaborasi yang tepat sasaran dan saling menguntungkan.
“Kami memberikan akses bagi para pengambil keputusan, seperti Pelindo kepada perusahaan – perusahaan Kanada yang siap mendukung ekspansi ke luar negeri. Di sisi lain, kami juga mendorong investasi asing ke Kanada, inilah mandat dari Trade Commissioner Service. Dengan memahami kebutuhan, proyek dan prioritas mitra kami, kami dapat menjembatani kolaborasi yang tepat sasaran,” jelas Simon.
Sebagai badan usaha milik negara yang mengelola gerbang logistik maritim Indonesia, Pelindo terus mendorong inisiatif digitalisasi secara menyeluruh untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat kinerja keberlanjutan, meningkatkan pengalaman pelanggan, dan mendukung daya saing logistik nasional dalam jangka panjang.
Komitmen ini sejalan dengan visi Pelindo untuk mentransformasi pelabuhan Indonesia menjadi gerbang yang lebih terintegrasi.
Pertemuan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam membangun kemitraan jangka panjang antara Pelindo dan Kanada.
Melalui kolaborasi di bidang smart port technology, transformasi digital, modernisasi infrastruktur hingga pengembangan berkelanjutan nantinya, kedua belah pihak berharap dapat menciptakan hubungan bisnis yang saling menguntungkan dan berkontribusi pada penguatan sektor maritime, serta logistik di kedua negara. B



