Stasiun Bundaran HI – Kota Telah Terhubung MRT

Terowongan arah Utara MRT Jakarta yang menghubungkan Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta hingga Sasiun Kota telah selesai dibangun. (dok. jakartamrt.go.id)
Bagikan

Terowongan arah Utara (northbound tunnel) Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta yang menghubungkan Stasiun Bundaran Hotel Indonesia (HI) Bank Jakarta hingga Stasiun Kota telah selesai dibangun.

Penyelesaian ini ditandai dengan momen breakthrough, yakni saat mesin bor Terowongan 1 (tunnel boring machine 1) berhasil mencapai titik akhir penggalian dan menembus sisi selatan Stasiun Mangga Besar.

Dengan pencapaian tersebut, terowongan arah utara sepanjang sekitar 5,8 kilometer kini telah menghubungkan Fase 1 dan Fase 2A Lin Utara Selatan MRT Jakarta.

PT MRT Jakarta (Perseroda) dan tim kontraktor menggunakan tiga mesin bor terowongan untuk membangun terowongan arah Utara pada Fase 2A Lin Utara Selatan ini.

Setiap mesin tersebut membangun sesuai dengan paket kontraknya, yaitu CP201 dari Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta menuju Harmoni, CP202 dari Harmoni menuju Mangga Besar dan CP203 dari Mangga Besar menuju Kota.

Pada titik breakthough di sisi selatan Stasiun Mangga Besar ini, terowongan arah utara berada di kedalaman hingga 28 meter di bawah permukaan tanah.

Ini menjadikannya sebagai terowongan kereta bawah tanah terdalam di Indonesia, bersama dengan terowongan di Stasiun Sawah Besar.

Sebuah milestone dalam konstruksi sipil di Indonesia.

Mesin bor terowongan 1 CP202 ini bekerja membangun terowongan antara Stasiun Harmoni dan Sawah Besar sepanjang sekitar 395 meter dan terowongan penghubung Stasiun Sawah Besar dan Stasiun Mangga Besar sepanjang 800 meter.

Untuk menghubungkan kedua stasiun tersebut, mesin dengan diameter sekitar enam meter ini melakukan crossing di bawah kanal yang terletak di antara Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk.

Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda) Weni Maulina mengatakan bahwa keberhasilan penyelesaian penggalian terowongan jalur arah Utara ini merupakan tonggak penting dalam pembangunan Fase 2A MRT Jakarta.

“Pencapaian ini merupakan hasil dari perencanaan yang matang, koordinasi yang baik dan kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan Fase 2A MRT Jakarta.

Proses penggalian terowongan jalur arah utara dapat diselesaikan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Keberhasilan ini menjadi langkah penting menuju penyelesaian tahapan konstruksi berikutnya sehingga proyek dapat terus berjalan sesuai jadwal,” ujar Weni.

Saat ini, tim konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda) dan kontraktor sedang menyelesaikan pembangunan terowongan arah Selatan dari Kota menuju Bundaran HI.

Targetnya, pada Q4 2026 ini, seluruh terowongan Fase 2A Lin Utara Selatan selesai dibangun.

Per 25 Juni 2026, perkembangan pembangunan Fase 2A telah mencapai 61,8%.

PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan penyelesaian dan operasional Fase 2A Lin Utara Selatan pada akhir tahun 2027 untuk Segmen 1 Bundaran HI – Monas, sedangkan Segmen 2 hingga Kota pada akhir tahun 2029. B

Komentar

Bagikan