Rangkaian Baru KA Rajabasa Resmi Beroperasi

Para penumpang bersiap naik rangkaian Kereta Api (KA) Rajabasa. (dok. kai)
Bagikan

PT Kereta Api Indonesia (KAI) resmi mengoperasikan rangkaian baru Kereta Api (KA) Rajabasa yang melayani relasi Tanjungkarang – Kertapati.

Modernisasi sarana itu membawa peningkatan kenyamanan bagi penumpang tanpa diikuti kenaikan tarif.

Manager Angkutan Fasilitas dan Pelayanan Penumpang KAI Divre IV Tanjungkarang Eko Dodid Hertanto mengatakan, perubahan paling mencolok terdapat pada konfigurasi tempat duduk.

Jika sebelumnya kursi disusun dengan formasi 3 – 2, lanjutnya, kini seluruh rangkaian menggunakan konfigurasi 2 – 2, sehingga ruang gerak penumpang menjadi lebih lapang.

“Konfigurasi kursi sekarang 2 – 2, sehingga memberikan kelapangan dan kenyamanan selama perjalanan. Kami berharap penumpang memperoleh pengalaman baru dengan sarana yang telah dimodernisasi,” kata Eko saat peluncuran rangkaian baru KA Rajabasa.

Tidak hanya mengubah tata letak kursi, KAI juga melengkapi seluruh gerbong dengan reclining seat.

Jarak antarkursi diperlebar, sehingga penumpang tidak lagi saling beradu lutut selama perjalanan menuju Sumatra Selatan.

Meski kualitas layanan meningkat, tarif KA Rajabasa dipastikan tidak berubah. Penumpang tetap membayar Rp32.000 untuk perjalanan dari Tanjungkarang menuju Kertapati.

“Tarif tetap seperti sebelumnya. Tidak ada kenaikan meskipun menggunakan rangkaian baru,” ujar Eko.

Antusiasme masyarakat terhadap layanan tersebut langsung terlihat pada hari pertama pengoperasian.

Seluruh 440 kursi yang disediakan untuk perjalanan perdana terisi penuh.

Tingginya minat penumpang juga diiringi munculnya permintaan agar KAI menambah frekuensi perjalanan, terutama pada malam hari.

Menurut Eko, usulan tersebut telah menjadi perhatian perusahaan dan akan dikaji dalam penyusunan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) yang baru.

“Kami sudah melakukan survei dan memang ada kebutuhan perjalanan malam. Masukan dari pelanggan akan kami akomodasi dalam perubahan grafik perjalanan kereta api,” ungkapnya.

Eko juga mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan lebih awal melalui aplikasi Access by KAI.

Tiket KA Rajabasa sudah dapat dipesan hingga 45 hari sebelum keberangkatan sehingga peluang memperoleh tiket lebih besar.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Bambang Sumbogo menjelaskan, peningkatan layanan KA Rajabasa merupakan hasil sinergi pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Lampung untuk memperbaiki kualitas transportasi publik.

Dia menuturkan, tarif yang tetap murah tidak lepas dari dukungan subsidi melalui skema Public Service Obligation (PSO). Tanpa subsidi tersebut, tarif perjalanan diperkirakan bisa melampaui Rp100.000.

“Peningkatan layanan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah. Tarif tetap Rp32.00 hingga Kertapati karena adanya dukungan PSO,” ungkap Bambang.

Dia menambahkan, pemerintah akan terus mengusulkan penambahan kuota subsidi sekaligus peningkatan layanan kereta api di Lampung.

Salah satu usulan yang tengah didorong adalah penambahan perjalanan malam, karena tingkat keterisian penumpang terus tinggi.

Bambang berharap peningkatan fasilitas dan penambahan layanan dapat mendorong lebih banyak masyarakat beralih menggunakan kereta api sebagai moda transportasi antardaerah yang aman, nyaman dan terjangkau. B

 

Komentar

Bagikan