AirAsia Turunkan Tarif Tiket Bertahap Seiring dengan Penurunan Harga Avtur

Penumpang menggunakan kios nirkontak AirAsia di bandara. (dok. newsroom.airasia.com)
Bagikan

Maskapai penerbangan AirAsia X mengatakan akan menurunkan tarif tiket penerbangan seiring dengan harga bahan bakar avtur yang juga turun.

“Kami telah menurunkan tarif sebesar 5% pada 15 Juni dan kami perlahan – lahan meninjau tarif setiap minggu. Seiring dengan penurunan harga bahan bakar, kami juga akan merevisi tarif kami,” kata CEO AirAsia Group Bo Lingam dalam jumpa pers yang digelar secara hybrid.

Dia menjelaskan, tren penurunan harga avtur memberikan peluang bagi AirAsia untuk terus menghadirkan nilai terbaik bagi pelanggan, sekaligus mendorong pertumbuhan perjalanan dan aktivitas ekonomi di kawasan.

Perusahaan, lanjutnya, juga menyambut baik berbagai upaya perdamaian dan stabilitas yang terus berkembang di kawasan, serta melihat permintaan perjalanan udara tetap kuat di berbagai pasar utama.

Seiring dengan membaiknya kondisi regional, AirAsia terus memperkuat kinerja operasional, meningkatkan efisiensi jaringan dan mempercepat strategi pertumbuhan jangka panjang untuk mendukung konektivitas, serta pariwisata di Asia Tenggara.

Lingam menuturkan, AirAsia saat ini terus mengembalikan kapasitas penerbangan secara bertahap di seluruh jaringan grup dan menargetkan pemulihan kapasitas secara penuh pada Agustus 2026.

Sejalan dengan itu, AirAsia juga memperluas jaringan melalui pembukaan sejumlah destinasi baru, termasuk Busan, Bahrain, London, Batam, dan berbagai rute domestik lainnya.

“Langkah ini dilakukan untuk menjawab tingginya permintaan perjalanan sekaligus memperkuat konektivitas antar wilayah di ASEAN yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, dan ekonomi,” ujarnya.

Menurut Lingam, keterjangkauan biaya perjalanan udara merupakan faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan pariwisata dan ekonomi di kawasan.

“Seiring meningkatnya permintaan perjalanan, kami ingin memastikan manfaat konektivitas udara tetap dapat diakses oleh semua kalangan,” jelasnya.

Maka dari itu, kata Lingam, kolaborasi antara maskapai, pengelola bandara, regulator dan pelaku industri pariwisata menjadi sangat penting dalam menjaga biaya perjalanan tetap terjangkau bagi masyarakat. B

 

 

Komentar

Bagikan