Bus Jogja Heritage Track Tawarkan Enam Rute Gratis

Angkutan Bus Heritage Track dengan rute khas Yogyakarta. (dok. sibakuljogja.jogjaprov.go.id)
Bagikan

Bus Jogja Heritage Track (JHT) menawarkan enam rute perjalanan untuk mengenalkan sejarah, filosofi, budaya dan kuliner Kota Yogyakarta kepada wisatawan.

Angkutan buus tersebut merupakan program wisata edukatif gratis yang diluncurkan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejak Maret 2022.

Program yang dikelola melalui Balai Pengelolaan Kawasan Sumbu Filosofis (BPKSF) ini mengajak peserta berkeliling menggunakan bus, bersama edukator profesional untuk mengenal lebih dekat Sumbu Filosofi Yogyakarta dan berbagai warisan budaya lainnya.

Setiap rute akan ditempuh dalam perjalanan sekitar 1,5 hingga dua jam. Wisatawan dapat memilih rute sesuai minat dari filosofi dalam kehidupan, sejarah kolonial, warisan Kerajaan Mataram Islam hingga wisata kuliner.

Berikut rute gratis Jogja Heritage Track yang bisa dipilih yang tertera di laman Jogja Heritage Track pada Sabtu (13/6/2026):

Rute bus Jogja Heritage Track, gratis untuk umum.

  1. Sangkan Paraning Dumadi

Rute ini cocok bagi wisatawan yang ingin memahami filosofi kehidupan dalam budaya Jawa. Sangkan Paraning Dumadi dimaknai sebagai perjalanan siklus hidup manusia, dari asal – usul hingga tujuan akhir kehidupan. Berikut adalah rute perjalanannya:

  • Tugu Yogyakarta.
  • Jalan Margo Utomo.
  • Jalan Malioboro.
  • Museum Sonobudoyo.
  • Benteng Baluwarti Kraton.
  • Jokteng Lor.
  • Jokteng Kulon.
  • Krapyak.
  • Plengkung Nirbaya.
  1. Paraning Dumadi

Paraning Dumadi berfokus pada makna tujuan hidup manusia. Rute ini menyusuri sejumlah titik penting dalam kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta yang sarat nilai budaya dan sejarah. Penumpang akan diajak melintasi rute:

  • Tugu Yogyakarta.
  • Jalan Margo Utomo.
  • Jalan Malioboro.
  • Museum Sonobudoyo.
  • Pathuk.
  1. Sangkaning Dumadi

Berbeda dengan Paraning Dumadi, rute Sangkaning Dumadi mengangkat makna asal mula penciptaan kehidupan. Berikut adalah rute perjalanannya:

  • Jokteng Lor.
  • Jokteng Kulon.
  • Panggung Krapyak.
  • Plengkung Nirbaya.
  • Kembali melalui Jokteng Kulon.
  • Wirobrajan.
  1. Colonial Heritage

Pencinta sejarah kolonial dapat memilih rute Colonial Heritage. Peserta diajak melihat berbagai bangunan bersejarah peninggalan masa kolonial yang masih berdiri hingga saat ini.

Selain menikmati pemandangan arsitektur, peserta juga dapat mempelajari cerita di balik perkembangan bangunan – bangunan tersebut. Berikut adalah rutenya:

  • Pasar Kranggan.
  • Tugu Yogyakarta.
  • Stasiun Tugu.
  • Jalan Malioboro.
  • Teras Malioboro 1.
  • Gereja Katolik FX Kidul Loji.
  • Sayidan.
  • Bintaran.
  • Gereja Katolik Santo Yusup.
  • Museum Sasmitaloka.
  • Stasiun Lempuyangan.
  • Kotabaru.
  1. The Legacy

Rute The Legacy mengulas sebagian jejak Kerajaan Mataram Islam yang masih dapat ditemukan di Yogyakarta saat ini. Rute ini cocok bagi wisatawan yang ingin menelusuri jejak kerajaan-kerajaan yang pernah berkembang di Yogyakarta. Berikut adalah rute perjalanannya:

  • Jokteng Lor.
  • Jokteng Kulon.
  • Plengkung Nirbaya.
  • Jokteng Wetan.
  • Jokteng Lor Wetan (Tanjung Anom).
  • Museum Sonobudoyo.
  1. Jogja Culinary

Bagi pencinta kuliner, Jogja Culinary memberikan pengalaman mengenal Yogyakarta melalui cerita makanan dan tradisi kulinernya, seperti makanan lokal, kersanan dalem, dan perkembangan akulturasinya. Berikut adalah rute perjalanannya:

  • SMKN 2 Yogyakarta.
  • Tugu Yogyakarta.
  • Pasar Kranggan.
  • Lopis Mbah Satinem.
  • Kopi Jos.
  • Jalan Malioboro.
  • Teras Malioboro 1.
  • Wijilan.
  • Jalan Mataram.
  • Masjid Syuhada.
  • Tugu. B

 

Komentar

Bagikan