InJourney Hospitality House Jadi Wadah Penguatan Budaya Pelayanan Insan Aviasi

Bandara Haji Ahmad Sanusi (H.A.S.) Hanandjoeddin di Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (dok. wikipedia.org)
Bagikan

PT Angkasa Pura Indonesia melalui Bandara Internasional Haji Abdullah Sanusi (H.A.S.) Hanandjoeddin menutup kegiatan InJourney Hospitality House (IHH) 2026 di Pelangi Lake Resort, Belitung.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu menjadi wadah penguatan budaya pelayanan bagi insan aviasi dan pelaku pariwisata.

Penutupan kegiatan dilakukan Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat dengan dihadiri juga Direktur Human Capital PT Angkasa Pura Indonesia Adi Nugroho, Deputy Regional Human Capital Solution and Business Support Regional 3 PT Angkasa Pura Indonesia, serta General Manager Bandara H.A.S. Hanandjoeddin.

Menurut Direktur Human Capital PT Angkasa Pura Indonesia Adi Nugroho, budaya hospitality menjadi bagian penting dalam transformasi layanan yang terus dikembangkan di lingkungan InJourney Group.

Menurutnya, pelayanan tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan pelanggan, tetapi juga menciptakan pengalaman yang berkesan.

Hospitality bukan hanya sekadar pelayanan, tetapi tentang bagaimana kita menghadirkan pengalaman yang berkesan dan membangun koneksi emosional dengan pelanggan. InJourney Hospitality House menjadi salah satu sarana strategis untuk memperkuat hal tersebut,” jelasnya.

Adi menambahkan, tema Menghadirkan Keramahtamahan Khas Indonesia untuk Dunia dipilih untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai pentingnya budaya melayani dalam mendukung sektor transportasi dan pariwisata.

Oleh karena itu, selama tiga hari peserta mendapatkan pembekalan mulai dari komunikasi efektif, pelayanan prima, storytelling, penggunaan bahasa Inggris sederhana hingga kemampuan memahami kebutuhan pelanggan.

Sementara itu, Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata di Belitung.

Dia menilai, penguatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang pelayanan perlu terus dilakukan agar wisatawan memperoleh pengalaman yang baik selama berkunjung ke Belitung.

“Upaya ini juga sejalan dengan komitmen daerah dalam meningkatkan daya saing destinasi wisata di Kabupaten Belitung,” ungkapnya.

Pada penutupan kegiatan, panitia menyerahkan sertifikat secara simbolis kepada lima peserta terbaik.

Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada tiga peserta dengan kategori penilaian terbaik selama mengikuti program InJourney Hospitality House 2026.

Melalui kegiatan ini, PT Angkasa Pura Indonesia berharap nilai – nilai hospitality yang telah diperoleh peserta dapat diterapkan dalam setiap lini pelayanan.

Dengan demikian, kata Djoni, kualitas layanan kepada pengguna jasa dapat terus meningkat, sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi yang ramah dan berkelas dunia.

Sebelumnya, komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bangka Belitung untuk memaksimalkan Bandara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin sebagai magnet pariwisata Asia.

Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani mengatakan, penetapan Bandara Hanandjoeddin sebagai bandara internasional melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 26 Tahun 2025 menjadi titik tolak penting pengembangan konektivitas dan pembukaan rute baru dari dan ke luar negeri.

“Tugas kami adalah melengkapi segala kekurangan, dari kebersihan, tata kota, birokrasi, infrastruktur, hingga SDM. Bandara kita belum sempurna, tapi semangat kolaborasi antara provinsi dan kabupaten akan menjadi kunci,” tuturnya. B

 

Komentar

Bagikan