InJourney Airports Dorong Perluasan Layanan Fast Track Jemaah Haji

Pelayanan dokumentasi jemaah haji Indonesia tahun 2026 melalui sistem Makkah Route. (dok. haji.go.id)
Bagikan

Manajemen InJourney Airports mendorong perluasan layanan fast track keimigrasian di seluruh bandar udara (bandara) embarkasi haji di Indonesia.

Komisaris Independen Injourney Airports Imelda Sari mengatakan, langkah tersebut krusial untuk mempercepat proses pelayanan, mengurai penumpukan jemaah haji dan meningkatkan kenyamanan bagi para jemaah.

Dorongan tersebut disampaikan saat menyambut kedatangan 390 jemaah haji Kloter 1 Debarkasi Padang di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), baru – baru ini.

Dalam kegiatan tersebut, Imelda didampingi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Provinsi Sumatra Barat Muhammad Rifki.

Menurutnya, efektivitas layanan fast track telah terbukti di sejumlah bandara utama, seperti Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Adi Soemarmo.

Berdasarkan hasil evaluasi, skema ini terbukti mampu memangkas waktu proses administrasi secara signifikan sehingga pelayanan menjadi lebih efisien.

“Fasilitas fast track sangat membantu jemaah. Ini merupakan hasil kolaborasi antara InJourney Airports dengan pihak Imigrasi. Ke depan, kami berharap layanan ini tidak hanya diterapkan di empat bandara, tetapi juga di bandara lainnya, termasuk di BIM,” jelasnya.

Imelda menegaskan, perluasan layanan tersebut merupakan langkah strategis untuk mengantisipasi kepadatan jemaah, baik saat keberangkatan menuju tanah suci maupun saat proses kepulangan ke tanah air.

“InJourney berkomitmen penuh mendukung peningkatan kualitas pelayanan haji melalui penyediaan fasilitas bandara yang modern dan terintegrasi,” ungkapnya.

Saat ini, ada 14 bandara yang dikelola InJourney Airports melayani fase pemulangan jemaah haji pada tahun haji 1447 Hijriah/2026 masehi, yakni Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Juanda Surabaya, Adi Soemarmo Solo, Kertajati Majalengka, Sultan Hasanuddin Makassar, Hang Nadim Batam, dan Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin.

Kemudian, di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Kualanamu Deli Serdang, Yogyakarta International Airport (YIA), SAMS Sepinggan Balikpapan, Zainuddin Abdul Madjid Lombok, Sultan Iskandar Muda Aceh, dan Bandara Internasional Minangkabau Padang.

Alur kedatangan jemaah haji disesuaikan dengan karakteristik masing – masing bandara dan telah melalui pembahasan bersama seluruh stakeholder mulai dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji, InJourney Airports, maskapai penerbangan, AirNav Indonesia, Karantina, Imigrasi, serta Bea dan Cukai. B

Komentar

Bagikan