Di tengah tingginya mobilitas masyarakat di lintas Selatan Pulau Jawa, KA Serayu tetap mempertahankan posisinya sebagai salah satu layanan kereta api ekonomi favorit masyarakat.
Kereta Api (KA) relasi Purwokerto – Pasarsenen via Bandung ini terus menjadi pilihan pelanggan karena menghubungkan kawasan permukiman, pusat pendidikan, kota wisata hingga sentra ekonomi rakyat dalam satu jalur perjalanan yang panjang dan terhubung.
Berdasarkan data KAI, volume pelanggan KA Serayu sepanjang Januari hingga April 2026 mencapai 446.704 pelanggan, meningkat dibanding periode yang sama tahun 2025 sebanyak 434.678 pelanggan.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh tingginya mobilitas masyarakat pada koridor Jakarta, Bandung, Tasikmalaya, Kroya hingga Purwokerto yang selama ini menjadi salah satu jalur perjalanan paling aktif di lintas Selatan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan KA Serayu memiliki karakter pelanggan yang kuat dan konsisten karena melayani kebutuhan perjalanan yang sangat beragam.
KA Serayu melayani lintas dengan mobilitas yang hidup sepanjang tahun dan ada pelanggan yang bepergian untuk bekerja, kuliah, aktivitas ekonomi hingga perjalanan keluarga dan wisata.
“Jalur ini juga menghubungkan kota – kota dengan pertumbuhan aktivitas regional yang terus berkembang,” jelasnya.
Secara bulanan, pola pelanggan KA Serayu menunjukkan tren yang stabil.
Pada Januari 2026, KA Serayu melayani 115.585 pelanggan, Februari 2026 ada 99.291 pelanggan, Maret 2026 meningkat menjadi 118.386 pelanggan dan April 2026 kembali tumbuh menjadi 113.442 pelanggan.
Angka tersebut berada di atas capaian periode yang sama tahun sebelumnya, yakni Januari 2025 sebanyak 110.995 pelanggan, Februari 2025 ada 103.696 pelanggan, Maret 2025 sebanyak 100.530 pelanggan, dan April 2025 ada 119.457 pelanggan.
Konsistensi tersebut memperlihatkan bahwa KA Serayu tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk perjalanan jarak menengah dan jauh dengan tarif yang terjangkau.
Selain menghubungkan Jakarta dengan wilayah Banyumas Raya, perjalanan KA Serayu juga memperkuat konektivitas antarkota di Priangan Timur dan Jawa Tengah bagian Selatan yang memiliki aktivitas pendidikan, perdagangan, serta wisata yang terus tumbuh.
Dari sisi pengalaman perjalanan, KA Serayu memiliki daya tarik yang khas dibanding layanan lain di Pulau Jawa.
Kereta ini melintasi kawasan industri Jabodetabek, jalur pegunungan Priangan Timur hingga bentang alam Sungai Serayu yang menjadi identitas wilayah Purwokerto dan sekitarnya.
Lanskap tersebut menghadirkan perubahan panorama yang dinamis sepanjang perjalanan.
Saat melintasi wilayah Nagreg, Cicalengka hingga Cibatu, pelanggan dapat menikmati pemandangan perbukitan hijau, lembah dan jalur rel berkelok khas lintas selatan.
Memasuki wilayah Kroya dan Purwokerto, suasana perjalanan berubah menjadi hamparan sawah luas dan aliran Sungai Serayu yang menjadi salah satu ikon geografis Banyumas.
KA Serayu juga terhubung dengan berbagai destinasi wisata unggulan di sepanjang lintasnya.
Dari Purwokerto, pelanggan dapat melanjutkan perjalanan menuju Baturraden di kaki Gunung Slamet, Curug Cipendok, hingga kawasan wisata kuliner Banyumas dan Sokaraja.
Sementara itu, di wilayah Priangan Timur, pelanggan dapat menikmati wisata alam Gunung Galunggung, suasana kota Tasikmalaya hingga sentra kerajinan bordir dan payung geulis yang menjadi bagian dari identitas budaya daerah.
“Perjalanan KA Serayu memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan masyarakat. Banyak pelanggan yang sudah menjadikan layanan ini sebagai bagian dari rutinitas perjalanan mereka selama bertahun – tahun,” jelasnya. B




