Ditjen Hubla Tingkatkan Kesiapsiagaan Penanganan Tumpahan Minyak

Pemadaman kebakaran kapal tanker yang membawa minyak di laut. (dok. wikipedia.org)
Bagikan

Dalam rangka memperkuat kesiapsiagaan dan respons terhadap insiden pencemaran laut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Ditjen Hubla Kemenhub) melalui Direktorat Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) turut berpartisipasi dalam Lokakarya Optimasi Manajemen Tumpahan Minyak: Kesiapsiagaan dan Respons Sesuai dengan Standar Global di Batam, Kepulauan Riau.

Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara Ditjen Hubla Kemenhub bersama PT Pertamina Patra Niaga dan PT Pertamina Port and Logistics, serta mitra internasional seperti Global Initiative for Southeast Asia (GI SEA), ITOPF, dan Oil Spill Response Limited (OSRL) Singapore.

Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur KPLP yang mewakili Direktur Jenderal Perhubungan Laut Triono menyampaikan apresiasi atas sinergi dan kerja sama yang terus terjalin dalam menjaga keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim Indonesia.

“Sinergi dan kolaborasi yang kuat antarinstansi serta seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam mewujudkan pelayaran yang selamat, aman, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat upaya perlindungan lingkungan maritim nasional,” ujarnya.

Menurutnya, Lokakarya ini menjadi forum stratetgis yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas teknis, koordinasi dan penerapan standar global di bidang penanggulangan tumpahan minyak yang selaras dengan standar internasional, termasuk Konvensi Marine Pollution (MARPOL) dan International Convention on Oil Pollution Preparedness, Response and Co-operation (OPRC) 1990.

“Melalui sinergi dan kerja sama, kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen Indonesia dalam meningkatkan kapasitas nasional bersama berbagai pemangku kepentingan, baik nasional maupun internasional,” ungkap Triono.

Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah Table Top Exercise untuk menguji, mendalami dan memverifikasi rencana kedaruratan insiden tumpahan minyak melalui simulasi diskusi skenario.

Para peserta didorong untuk aktif berdiskusi, berbagi pengalaman dan memperkuat koordinasi lintas sektor guna menciptakan sistem kesiapsiagaan dan respons tumpahan minyak yang lebih optimal, efektif, serta berstandar global. B

 

 

Komentar

Bagikan