Gelombang Kedua Haji Mulai 7 Mei 2026 Tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz

Jemaah haji Indonesia Gelombang II tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi. (dok. mediacenterhaji2026)
Bagikan

Daerah Kerja (Daker) Makkah resmi memulai penerimaan jemaah haji Indonesia gelombang kedua pada Kamis, 7 Mei 2026.

Berbeda dengan gelombang pertama yang mendarat di Madinah, seluruh jemaah haji Indonesia gelombang kedua akan menempuh jalur udara langsung menuju Jeddah dan diwajibkan telah mengenakan kain ihram sejak dari embarkasi di tanah air.

Bandara Internasional King Abdulaziz (JED) di Jeddah adalah bandara utama Arab Saudi dan gerbang utama jamaah haji/umrah menuju Makkah.

Bandara modern ini berjarak sekitar 98 km dari Makkah, memiliki Terminal 1 yang canggih dan Terminal Haji Khusus dan melayani sekitar 300 penerbangan harian.

Kelompok Terbang (Kloter) 2 Embarkasi Lombok (LOP) menjadi Kloter Perdana jemaah haji Indonesia Gelombang II yang tiba di Bandara King Abdulaziz Jeddah, Arab Saudi, Kamis (7/7/2026).

Disusul kemudian kedatangan jemaah haji asal Embarkasi Aceh (BTJ) pada pukul 07.30 Waktu Arab Saudi dan embarkasi Solo (SOC) melalui jalur fast track pada 07.55 Waktu Arab Saudi.

Kedatangan kloter awal jemaah gelombang kedua di Bandara Internasional King Abdulaziz disambut oleh Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad dan Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah Yusron B. Ambary.

Hadir pula Inspektur Jenderal Haji dan Umrah Mayjen TNI (Purn) Dendi Suryadi serta Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Ian Heriyawan.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi Ihsan Faisal menjelaskan bahwa sesuai jadwal, Kloter SOC 44 diperkirakan tiba di Makkah pada pukul 09.55 Waktu Arab Saudi (WAS).

“Kita akan menerima kloter pertama dari gelombang kedua ini, yaitu dari Kloter SOC-44 dari Solo. Total ada 15 kloter yang akan kami terima di hari pertama gelombang kedua,” jelas Ihsan di Makkah.

Bersamaan dengan penyambutan gelombang kedua, Daker Makkah terus menuntaskan proses pergeseran jemaah gelombang pertama dari Madinah.

Hingga hari ini, tercatat sebanyak 110 kloter dengan total jemaah mencapai 42.000 lebih telah berada di Makkah.

Angka tersebut setara dengan 45% dari total jemaah gelombang pertama yang bergerak secara bertahap sejak 30 April 2026.

Ihsan menegaskan bahwa pola penerimaan jemaah kini akan berubah menjadi lebih dinamis dan jika pada gelombang pertama kedatangan jemaah dapat diestimasi antara siang hingga tengah malam, maka pada gelombang kedua jadwal kedatangan akan berlangsung selama 24 jam penuh tanpa jeda tetap.

“Nanti, ketika gelombang kedua sudah mulai datang ke Makkah, itu tidak ada jadwal yang tetap. Artinya, bisa datang pagi hari, siang, sore dan malam. Petugas akan full 24 jam menerima kedatangan para jemaah, baik dari Madinah maupun dari Jeddah,” tuturnya.

Kemenhaj tetap memprioritaskan faktor kesehatan dengan mewajibkan jemaah untuk beristirahat setelah check-in di hotel sebelum melaksanakan umrah wajib.

Mengingat perjalanan dari Indonesia ke Jeddah memakan waktu sekitar 9 jam ditambah 2 jam hingga 3 jam perjalanan darat ke Makkah, kebugaran fisik jemaah menjadi fokus utama petugas bimbingan ibadah dan kesehatan.

Terkait dengan kesiapan personel, Makkah kini diposisikan sebagai episentrum pelayanan haji.

Ratusan petugas dari Daker Madinah dan Daker Bandara yang telah menyelesaikan tugas di wilayah masing – masing segera digeser ke Makkah dalam status BKO (Diperbantukan).

Personel tambahan ini akan difokuskan untuk memperkuat manajemen pelayanan di titik – titik kepadatan tinggi, terutama di area Masjidil Haram yang diprediksi semakin padat seiring bertemunya jemaah dari kedua gelombang pendaratan.

“Seluruh petugas sudah siap, pengalaman di gelombang pertama menjadi modal berharga bagi kami untuk menyukseskan gelombang kedua ini,” ungkap Ihsan. B

 

 

 

 

Komentar

Bagikan