Rusia dan Indonesia Aktifkan Kerja Sama Bidang Shipbuilding

Pertemuan Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia Alexei Gruzdev (kanan) dan Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza dalam acara Indonesia - Russia Business and Investment Forum di St. Petersburg Rusia. (dok. instagramfaisolrizaid)
Bagikan

Pemerintah Indonesia dan Rusia membahas pengembangan industri shipbuilding, khususnya pembangunan galangan kapal di tanah air guna mendukung kebutuhan transportasi laut antarpulau.

Pertemuan kedua negara dilakukan oleh Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza dan Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan (Wamenperindag) Rusia Alexei Gruzdev dalam Indonesia – Russia Business and Investment Forum di St. Petersburg Rusia, belum lama ini.

Wamenperin Riza melakukan kunjungan kerja ke St. Petersburg Rusia juga sebagai upaya dari persiapan menuju Industrial International Exhibition (INNOPROM) 2026, salah satu pameran industri terbesar di Rusia yang berlangsung di IEC Ekaterinburg-Expo, Yekaterinburg, Rusia pada 6 – 9 Juli 2026.

Pada tahun 2026, Indonesia mendapat kehormatan sebagai country partner sebuah peran strategis yang sebelumnya diemban oleh Arab Saudi dan Tiongkok.

Menurut Wamenperin Riza, upaya tersebut juga menjadi langkah strategis menuju panggung industri global pada sektor industri perkapalan dan fertilizer nasional.

Sebagai langkah awal menuju agenda tersebut, lanjutnya, digelar Business Forum yang mempertemukan para pelaku industri dari Indonesia dan Rusia.

“Forum ini menjadi ruang kolaborasi konkret melalui business matching, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di berbagai sektor industri,” ujarnya.

Wamenperin Riza berharap, rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya mempererat hubungan ekonomi kedua negara, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi penguatan industri nasional.

Dalam pertemuan bilateral dengan Wamenperindag Rusia Alexei Gruzdev, sejumlah sektor strategis menjadi fokus pembahasan antarkedua negara.

“Salah satunya adalah pengembangan shipbuilding, khususnya pembangunan galangan kapal di Indonesia guna mendukung kebutuhan transportasi laut antarpulau,” ungkap Wamenperin Riza.

Menurutnya, teknologi perkapalan Rusia yang maju sangat potensial untuk mendukung peningkatan kapasitas transportasi penumpang dan logistik di Indonesia.

“Kerja sama ini akan ditindaklanjuti melalui kemitraan antara perusahaan Rusia dengan PT PAL Indonesia,” ungkapnya.

Selain itu, dia menambahkan, pembahasan juga mencakup sektor pupuk (fertilizer), terutama terkait bahan baku, seperti fosfat dan kalium.

Rusia diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan tersebut, termasuk melalui rencana pembelian saham perusahaan fosfat di Belarus oleh PT Pupuk Indonesia, guna memperkuat produksi pupuk NPK nasional.

Wamenperin Riza menegaskan kesepakatan penting lainnya adalah percepatan ratifikasi perjanjian dagang antara Indonesia dan kawasan Eurasia.

“Perjanjian ini telah ditandatangani pada akhir tahun lalu dan Indonesia mendorong proses ratifikasi agar segera rampung, mengingat pihak Rusia telah lebih dahulu menyelesaikan tahap tersebut,” tuturnya.

Implementasi perjanjian ini diyakini akan membuka peluang besar di berbagai sektor ekonomi dan memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak.

Saat ini, sebanyak 10 perusahaan Rusia menyatakan kesiapan untuk menanamkan investasi dan membangun pabrik di Indonesia mulai 2026, mencakup sektor farmasi, teknologi drone dan perkapalan.

Rusia mengincar sektor industri dan pergudangan di Indonesia sebagai basis produksi jangka panjang yang aman dari risiko geopolitik.

Terdapat komitmen investasi besar – besaran, termasuk potensi kerja sama di sektor petrokimia, energi dan galangan kapal.

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Moskow pada April 2026 menghasilkan kesepakatan penguatan kerja sama energi jangka panjang, termasuk pembangunan infrastruktur kilang dan penyimpanan (storage) minyak.

Peningkatan kerja sama di bidang industri strategis, khususnya alih teknologi dalam industri metalurgi, pertambangan dan kimia.

Indonesia dan Rusia juga mendorong implementasi IndonesiaEurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) untuk memperlancar perdagangan industry. B

Komentar

Bagikan