Transjakarta Jalin Kerja Sama Strategis dengan Kemnaker

Usai penandatanganan Kesepahaman Bersama yang bertujuan menyelaraskan program pengembangan SDM dengan kebutuhan industri transportasi. (dok. transjakarta)
Bagikan

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan di sektor transportasi publik.

Sinergi ini ditandai dengan penandatanganan Kesepahaman Bersama yang bertujuan menyelaraskan program pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan kebutuhan industri transportasi yang kian dinamis.

Kegiatan yang dilaksanakan di Halte Tosari, Jakarta ini dihadiri oleh Wakil Menteri Tenaga Kerja Afriyansah Noor, Sektetaris Jenderal Kemenaker Cris Kuntadi, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Disnakertransgi) Provinsi Jakarta Syaripudin, Komisaris, Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Welfizon Yuza, serta jajaran Direksi.

Kerja sama ini difokuskan pada optimalisasi pendayagunaan sumber daya, peningkatan kompetensi tenaga kerja dan perluasan akses informasi pasar kerja bagi masyarakat luas.

Melalui integrasi ini, Transjakarta berkomitmen menjadi pionir dalam menciptakan standar kualitas SDM transportasi yang unggul.

Direktur Keuangan, SDM dan Umum Transjakarta Mayangsari Dian Irwantari menuturkan, kerja sama ini merupakan langkah konkret dalam menjawab tantangan industri transportasi yang terus berkembang pesat.

Menurutnya, kolaborasi antara Transjakarta dan Kemnaker ini diharapkan dapat memperkuat kualitas SDM di sektor transportasi, sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat terhadap peluang kerja.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap talenta memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dalam ekosistem yang profesional dan transparan,” ujarnya.

Ruang lingkup sinergi strategis adalah sebagai berikut:

  • Peningkatan Kapasitas: Program pelatihan dan pengembangan kompetensi SDM agar memiliki daya saing tinggi.
  • Aksesibilitas Lowongan Kerja: Pemanfaatan platform Karirhub untuk penyebaran informasi lowongan kerja secara merata dan mudah diakses.
  • Optimalisasi Layanan Pasar Kerja: Fasilitasi berbagai kegiatan, seperti seminar, workshop hingga walk-in interview guna mempercepat penyerapan tenaga kerja.
  • Publikasi Bersama: Penggunaan media komunikasi publik untuk edukasi dan penyebaran informasi ketenagakerjaan kepada pelanggan Transjakarta.

Kesepahaman Bersama ini akan berlaku selama tiga tahun dan diharapkan memberikan dampak berkelanjutan bagi penguatan ekosistem transportasi nasional.

Mayangsari menambahkan bahwa fokus utama dari tindak lanjut kerja sama ini adalah menciptakan layanan pasar kerja yang lebih efisien dan tepat sasaran.

“Ke depan, kami berharap kerja sama ini tidak hanya memperkuat organisasi secara internal, tetapi juga mampu mendorong terciptanya tenaga kerja sektor transportasi yang kompeten, adaptif dan siap menghadapi tantangan global,” tuturnya. B

 

 

Komentar

Bagikan