Sebanyak 30.611 Jemaah Haji Indonesia Tiba di Tanah Suci

Lokasi jemaah haji naik angkutan bus di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz di Madinah, Arab Saudi. (dok. istimewa)
Bagikan

Hingga Minggu, (26/04/2026) per 18.00 WAS, sebanyak 30.611 jemaah haji Indonesia telah tiba di tanah suci.

Dari jumlah tersebut, tercatat 6.172 jemaah lanjut usia (lansia) yang ikut dalam rombongan kedatangan, tersebar dalam 78 kelompok terbang atau kloter.

Kedatangan jemaah terus berlangsung secara bertahap.

Petugas haji Daerah Kerja Bandara memastikan seluruh proses pelayanan berjalan tertib, mulai dari penyambutan jemaah, pendampingan lansia dan disabilitas, pengawasan barang bawaan, hingga pengaturan pergerakan jemaah menuju area transportasi.

Pada musim haji 2026, jumlah jemaah haji lansia (usia 65 tahun ke atas) di Indonesia cukup signifikan, dengan estimasi sekitar 25% dari total jemaah sebanyak 221.000 orang.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara Abdul Basir menegaskan bahwa tingginya jumlah jemaah lansia menjadi perhatian khusus dalam pelayanan tahun ini.

Oleh karena itu, lanjutnya, sejumlah fasilitas pendukung disiapkan agar jemaah dapat melewati proses kedatangan dengan lebih nyaman, aman dan manusiawi.

“Sampai hari ini, 30.611 jemaah telah tiba di tanah suci melalui 78 kloter. Dari jumlah itu, 6.172 di antaranya adalah jemaah lansia. Angka ini menjadi perhatian kami, karena pelayanan di bandara harus benar – benar responsif terhadap kondisi jemaah yang baru menempuh perjalanan panjang,” ujarnya di Madinah.

Dia menjelaskan, Daker Bandara terus memperkuat layanan ramah lansia dengan menyiapkan fasilitas tambahan di titik – titik layanan kedatangan.

Fasilitas tersebut meliputi pampers bagi jemaah lansia yang membutuhkan, mobil golf untuk membantu mobilitas jemaah di area pavilion dan payung kursi roda di seluruh terminal.

“Kami menyiapkan pampers untuk jemaah lansia yang membutuhkan, mobil golf untuk membantu mobilitas di area paviliun, dan payung kursi roda di semua terminal. Ini bagian dari ikhtiar kami agar jemaah, terutama lansia dan pengguna kursi roda, tetap terlindungi dan mendapat perhatian lebih sejak tiba di bandara,” jelasnya.

Menurut Abdul Basir, layanan bandara adalah tentang kepekaan petugas dalam membaca kebutuhan Jemaah, apalagi sebagian jemaah tiba dalam kondisi lelah setelah menjalani penerbangan panjang dari tanah air.

“Petugas kami minta bekerja cepat dan peka. Ada jemaah yang kuat berjalan, ada yang perlu dituntun, ada yang harus segera dibantu kursi roda. Semua harus dilayani dengan pendekatan yang sabar dan penuh empati,” tuturnya.

Petugas juga terus ditempatkan di titik – titik layanan strategis untuk membantu jemaah saat antre, pengambilan bagasi, pemeriksaan dokumen, hingga pergerakan menuju bus.

Koordinasi lintas unsur di bandara pun terus diperkuat agar setiap kedatangan kloter dapat tertangani dengan baik.

Abdul Basir memastikan bahwa Daker Bandara akan terus melakukan evaluasi harian seiring bertambahnya kedatangan jemaah.

“Kedatangan jemaah masih terus berjalan. Karena itu, layanan di bandara akan terus kami evaluasi setiap hari. Prinsipnya, jemaah harus merasa aman, nyaman, terbantu, dan merasakan negara benar – benar hadir dalam memenuhi kebutuhan mereka,” ungkapnya.

Dengan jumlah kedatangan yang terus bertambah, Daker Bandara memastikan pelayanan kepada jemaah haji Indonesia tetap berjalan cepat, tertib dan ramah lansia sejak jemaah menginjakkan kaki di tanah suci. B

 

Komentar

Bagikan