
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membuka secara fungsional Jalan Tol Jakarta – Cikampek (Japek) II Selatan sepanjang kurang lebih 52 kilometer (km) untuk mendukung kelancaran arus balik Lebaran 2026.
Ruas ini difungsikan khusus untuk kendaraan Golongan I dari arah Bandung menuju Jakarta, sebagai alternatif jalur guna membantu mengurai kepadatan lalu lintas di koridor Jalan Tol Jakarta – Cikampek dan Jalan Layang MBZ.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pembukaan fungsional Japek II Selatan merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan kelancaran mobilitas masyarakat selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026.
“Kementerian PU memastikan kesiapan infrastruktur konektivitas nasional agar masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dan arus balik dengan lebih aman, nyaman dan efisien,” katanya.
Pembukaan fungsional Japek II Selatan ini menjadi salah satu upaya konkret untuk mengurai kepadatan di koridor utama serta memberikan alternatif jalur bagi masyarakat.
Secara teknis, ruas tol yang difungsikan mencakup Seksi 3 Setu – Sukaragam (7,75 km), Seksi 4 Sukaragam – Sukabungah (13,00 km), Seksi 5 Sukabungah – Kutanegara (22,75 km), dan Seksi 6 Kutanegara – Sadang (8,50 km).
Keberadaan jalur alternatif ini dirasakan manfaatnya oleh pengguna jalan, khususnya yang melakukan perjalanan dari wilayah Bandung menuju kawasan Selatan Jakarta dan sekitarnya.
Jalan Tol Japek II Selatan dirancang sepanjang 64,05 km dan akan menghubungkan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta di Bekasi dengan Tol Purbaleunyi di Sadang, Purwakarta, serta dilengkapi tujuh Gerbang Tol (GT).
Ketujuh gerbang tol tersebut adalah GT Jatiasih, GT Bantar Gebang, GT Setu, GT Sukaragam, GT Taman Mekar, GT Kutanegara, dan GT Sadang.
Kementerian PU mengimbau pengguna jalan untuk tetap berhati – hati, mematuhi rambu dan mengikuti arahan petugas di lapangan, mengingat sebagian ruas masih dalam tahap konstruksi. B



