InJourney Aviation Services Bentuk Posko Gabungan di 35 Bandara Destinasi Lebaran 2026

Pembukaan Posko Gabungan Nasional (Posgabnas) InJourney Aviations Services (IAS) Group. (dok. iasgroup)
Bagikan

Subholding bandar udara (bandara) di Indonesia, InJourney Aviation Services (IAS) menghadirkan Posko Gabungan di 35 bandara selama arus mudik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Direktur Utama IAS Budi Setyawan Wijaya mengatakan, pergerakan aktivitas penumpang dan pesawat di puluhan bandara itu dilakukan melalui tower kendali yang tersebar pada empat regional otoritas bandara.

“Hampir semua bandara kami siagakan istilahnya ada 35 stasiun meskipun traffic terbesar ada di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang dan Bandara Sultan Hasanudin Makassar,” jelasnya.

Dia menambahkan, posko gabungan tersebut dioperasikan hingga proses arus balik mudik yang diperkirakan terjadi hingga Senin (30/3/2026).

Sebagai bentuk komitmen dalam memberikan peningkatan pelayanan, IAS juga telah meluncurkan sejumlah operasional Ground Support Equipment (GSE) dengan teknologi terbaru.

Pemanfaatan teknologi terkini dikolaborasikan dengan memanfaatkan platform digital atau dengan penggunaan aplikasi Karlis untuk kargo dan dashboard monitoring layanan guna memantau kualitas servis secara langsung.

“Menambah personel PSA di bandara besar, seperti Bandara Soekarno-Hatta agar mengarahkan penumpang, memberikan informasi dan mengurai penumpukan di fasilitas tertentu yaitu toilet, parkir dan bagasi,” tuturnya.

Adapun IAS telah mengerahkan 15.400 petugas gabungan guna memberi layanan pada puluhan bandara yang telah dibentuk posko gabungan arus mudik.

Belasan ribu petugas layanan yang dikerahkan tersebut terdiri dari petugas ground handling dan kebersihan di bandara.

Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan segala perlengkapan pendukung, seperti peralatan – peralatan teknologi, operasional juga dipersiapkan lebih baik untuk menghadapi layanan Idulfitri tahun ini.

“Strategi utamanya mencakup, proses bisnis, streamlining proses operasional, pemanfaatan platform digital, penggunaan aplikasi Karlis untuk kargo dan dashboard monitoring layanan guna memantau kualitas service secara real-time,” ungkapnya. B

 

 

Komentar

Bagikan