Pemkot Tangerang dan InJourney Airports Tambah Akses Menuju Bandara

Usai penandatanganan nota kesepahaman oleh Wali Kota Sachrudin dengan PT Angkasa Pura Indonesia dan PT Jasa Marga di Ruang Patio Puspem, Kota Tangerang. (dok. tangerangkota)
Bagikan

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menandatangani Memorandum of Understanding atau Nota Kesepahaman (MoU) dan sejumlah kesepakatan strategis sebagai langkah konkret memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berkarakter aerotropolis.

Penandatanganan tersebut dilakukan bersama jajaran direksi PT Angkasa Pura Indonesia (API) dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. beserta anak perusahaannya.

Kesepakatan yang ditandatangani meliputi kerja sama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dan PT Angkasa Pura Indonesia, dalam pemanfaatan serta pengembangan kawasan penunjang akses bandara.

Selain itu, disepakati pula modifikasi Simpang Susun Kunciran bersama PT Jasamarga Metropolitan Tollroad, PT Jasamarga Kunciran Cengkareng dan PT Marga Trans Nusantara.

Sebagai bagian dari kawasan metropolitan Jabodetabek dan wilayah penyangga Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang menghadapi dinamika mobilitas yang sangat tinggi.

Sekitar 150.000 penumpang setiap hari hilir mudik melalui bandara tersebut.

Tingginya pergerakan orang dan barang ini berdampak langsung pada kebutuhan konektivitas, kelancaran lalu lintas hingga kualitas lingkungan kawasan.

Wali Kota Tangerang menegaskan, kerja sama ini bukan sekadar seremoni administratif, melainkan komitmen nyata menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami ingin memastikan setiap warga merasakan dampak pembangunan ini. Penguatan akses bandara dan modifikasi Simpang Susun Kunciran bukan hanya soal infrastruktur, tetapi tentang mempermudah aktivitas masyarakat, membuka peluang usaha baru dan menciptakan lapangan kerja,” ujar Sachrudin.

Dia menambahkan, sejalan dengan arah kebijakan RTRW dan RPJPD 2024 – 2045, Kota Tangerang diarahkan menjadi kota bisnis yang maju, berkelanjutan, dan berkarakter aerotropolis.

Oleh karena itu, lanjutnya, peningkatan aksesibilitas menuju dan dari kawasan bandara menjadi kebutuhan strategis yang tidak bisa ditunda.

“Di usia ke-33 ini, kami ingin Kota Tangerang semakin terkoneksi, semakin kompetitif, dan semakin membanggakan. Kolaborasi adalah kunci. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri,” tutur Sachrudin.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Tangerang Yeti Rohaeti menambahakn, tahapan perencanaan implementasi modifikasi simpang susun telah dimulai oleh Dinas PUPR dan Dinas Perhubungan.

“Persiapan sudah direncanakan pada tahun 2026. Jika proses appraisal selesai tahun ini, maka pembayaran lahan dapat dilakukan tahun depan dan dilanjutkan dengan konstruksi. Tahun ini kami fokus pada penyelesaian perizinan, serta penertiban yang diperlukan,” katanya.

Kemudian, perwakilan PT Angkasa Pura Indonesia I Wayan Darma menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin dengan Pemkot Tangerang.

Dia menegaskan, komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan kawasan penunjang akses bandara, khususnya di area Tol Sedyatmo, Jalan Kali Prancis dan Jalan Jenderal Sudirman.

Menurutnya, Kota Tangerang merupakan mitra strategis dalam pengembangan kawasan bandara, karena tingginya mobilitas penumpang membutuhkan integrasi layanan yang semakin baik, mulai dari transportasi, pengelolaan lingkungan hingga kenyamanan kawasan.

“Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan pelayanan kepada masyarakat dan pengguna jasa bandara dapat semakin optimal,” ungkap I Wayan. B

Komentar

Bagikan