Menhub Bahas Kesiapan Angkutan Lebaran 2026 Bersama Gubernur Jakarta

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bertemu dengan Gubernur Jakarta Promono Anung untuk membahas kesiapan Angkutan Lebaran 2026. (dok. kemenhub)
Bagikan

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi bertemu dengan Gubernur Jakarta Promono Anung untuk membahas kesiapan Angkutan Lebaran 2026.

Dia menyampaikan perlunya koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan perjalanan masyarakat selama arus mudik dan balik lebaran berjalan lancar.

“Provinsi Jakarta menjadi salah satu provinsi dengan pergerakan masyarakat tertinggi secara nasional. Sebagian besar perjalanan mudik nasional berasal dari Jawa Barat dan Jakarta, dengan tujuan favorit nasional antara lain Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Yogyakarta,” ujar Menhub di Balai Kota Jakarta.

Dengan potensi pergerakan masyarakat Provinsi Jakarta yang begitu besar, dia meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta memberikan sejumlah dukungan demi kelancaran Angkutan Lebaran 2026.

“Salah satunya kami berharap adanya posko pelayanan dan monitoring Angkutan Lebaran 2026, guna memastikan kesiapan armada (ramp check) dan simpul transportasi (khususnya terminal Tipe A), pemeriksaan kesehatan awak kendaraan (pengemudi), serta konsolidasi dan penyiapan mudik gratis,” jelas Menhub.

Selain itu, dia juga mendorong Pemprov Jakarta meningkatkan akses dan layanan angkutan feeder bagi pemudik.

“Kami berharap Pemprov DKI dapat menyediakan kemudahan akses bagi pemudik menuju terminal, stasiun, pelabuhan dan bandara, serta meningkatkan layanan angkutan feeder terutama menuju ke simpul – simpul mudik gratis,” tuturnya.

Selanjutnya, Menhub menegaskan bahwa pengawasan, pengendalian dan pengaturan rekayasa lalu lintas perlu dilakukan secara kondisional, yakni dengan menyediakan petugas keamanan di titik – titik rawan kemacetan dan keramaian (pengawasan melalui CCTV), memastikan kesiapan jalur alternatif, serta memastikan kelancaran perjalanan pemudik.

“Penyediaan informasi mudik dan sosialisasi keselamatan juga penting dilakukan, termasuk sosialisasi keselamatan berkendara bagi pengguna kendaraan pribadi,” tegasnya.

Terakhir, Menhub meminta penambahan fasilitas umum di simpul – simpul transportasi terpadat, seperti penyediaan gerai makanan, bengkel kendaraan hingga toilet portable untuk menunjang kenyamanan perjalanan masyarakat.

Berdasarkan Survei Potensi Pergerakan Angkutan Lebaran 2026, proyeksi lalu lintas keluar Jakarta (Gerbang Tol/GT Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama, GT Cikupa) selama masa angkutan lebaran (H-10 sampai dengan H+11) mencapai 3,67 juta kendaraan.

Adapun prediksi puncak arus mudik pada Rabu, 18 Maret 2026 (H-3), yakni sebanyak 259.000 kendaraan.

Sementara itu, proyeksi lalu lintas masuk Jakarta (GT Cikampek Utama, GT Kalihurip, GT Ciawi, GT Cikupa) selama H-10 sampai dengan H+11 lebaran sebanyak 3,54 juta kendaraan, dengan prediksi puncak arus balik pada Senin, 24 Maret 2026 (H+3) yakni 285.000 kendaraan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa, Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono, dan Asisten Perekonomian dan Keuangan (Asperkeu) Sekda Provinsi Jakarta, Suharini Eliawati, serta Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur Jakarta Yustinus Prastowo. B

Komentar

Bagikan