
Pemerintah akan meluncurkan Peta Jalan (Roadmap) Dekarbonisasi Sektor Transportasi pada Mei 2026.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, pemerintah dalam hal ini Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan memiliki timeline yang diharapkan Mei mendatang sudah memiliki produk final.
“Kami punya timeline, bulan Mei nanti diharapkan kita sudah bisa punya produk final terkait dengan peta jalan dekarbonisasi transportasi,” ujar Menko AHY ketika membuka acara Town Hall Meeting: Akselerasi Dekarbonisasi Transportasi yang digelar di Kantor Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Peta jalan tersebut, lanjutnya, akan memuat langkah – langkah strategis pemerintah dalam melakukan dekarbonisasi di sektor transportasi untuk jangka menengah maupun jangka panjang.
Terdapat sejumlah upaya yang disorot oleh Menko AHY, seperti percepatan penyusunan dan penetapan regulasi jaringan kereta api Trans Sumatra, Trans Kalimantan dan Trans Sulawesi.
Penyusunan perpres implementasi avtur ramah lingkungan atau sustainable aviation fuel juga menjadi salah satu komitmen Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
Selain itu, Menko AHY juga menyoroti pemanfaatan karbon offset (tebus karbon) pada subsektor transportasi dalam mencapai target dekarbonisasi.
“Mudah – mudahan, apa yang kami rampungkan hingga nanti bulan Mei ini bisa juga menjadi bahan yang baik untuk dibawa pada COP 31 di Turki, November 2026,” tegasnya.
Roadmap tersebut juga diyakini oleh Menko AHY akan menjadi kontribusi lintas kementerian, lembaga dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), untuk melakukan dekarbonisasi.
Terdapat empat proyek percontohan yang menjadi komitmen dari Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, yakni proyek dekarbonisasi angkutan darat yang mencakup Bus Rapid Transit (BRT), kendaraan listrik/Electric Vehicle (EV) dan penggunaan bahan bakar nabati.
Proyek kedua adalah pembangunan jaringan Trans Sumatra, Trans Kalimantan, Trans Sulawesi untuk subsektor kereta.
Kemudian, terdapat proyek untuk subsektor udara yang mencakup penggunaan avtur ramah lingkungan dan proyek keempat adalah subsektor laut yang mencakup pelabuhan hijau.
“Kami sendiri di Kemenko Infrastruktur berupaya untuk mengelola, mengawal penetapan peta jalan roadmap ini untuk jangka tengah maupun jangka panjang,” tutur Menko AHY. B



