Indonesia AirAsia Angkut 5,9 Juta Penumpang pada Tahun 2025

Penumpang menggunakan kios nirkontak AirAsia di bandara. (dok. newsroom.airasia.com)
Bagikan

Maskapai penerbangan Indonesia AirAsia (QZ) mengangkut 5,9 juta penumpang pada penerbangan domestik dan internasional sepanjang tahun 2025.

Menurut Plt. Direktur Utama Indonesia AirAsia Captain Achmad Sadikin Abdurachman, Indonesia mencatat kinerja positif dengan melayani 5,9 juta penerbangan pada jaringan penerbangan domestik dan internasional.

“Bahkan, dari jumlah tersebut, sekitar 1 juta penerbangan inbound merupakan wisatawan mancanegara,” ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta.

Sadikin mengatakan bahwa capaian ini merupakan bagian dari kinerja AirAsia Group yang beroperasi di Indonesia, yang secara keseluruhan melayani sebanyak 9,3 juta penumpang.

Komposisi penumpang tersebut, lanjutnya, mencerminkan arus perjalanan dua arah yang relatif seimbang antara wisatawan Indonesia dan mancanegara, dengan kontribusi penumpang inbound yang berasal dari berbagai pasar utama, termasuk Malaysia, Australia, Tiongkok dan Singapura.

Sadikin menambahkan, momentum kinerja tersebut berlanjut hingga periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026).

Pada periode tersebut, Indonesia AirAsia mengoperasikan lebih dari 3.000 penerbangan hingga awal Januari 2026 dengan 550.000 kapasitas kursi dan tingkat keterisian penumpang (load factor) sebesar 85% untuk 23 destinasi internasional dan 11 destinasi domestik.

“Dengan upaya tersebut, Indonesia AirAsia berhasil mengangkut 70 ribu wisatawan mancanegara ke Indonesia,” ungkapnya.

Capaian tersebut, kata Sadikin, mencerminkan kepercayaan pelanggan yang terus terjaga dan kesiapan operasional perusahaan dalam menghadapi periode puncak perjalanan.

Sementara itu, Indonesia AirAsia menambahkan sejumlah rute penerbangan domestik dan internasional sebagai upaya strategis perusahaan pada tahun 2026.

“Indonesia AirAsia mengungkapkan rencana pengoperasian penerbangan untuk sejumlah rute domestik utama, yang menghubungkan Surabaya, Makassar, Kendari, Palu dan Luwuk, serta rute internasional Denpasar menuju Melbourne dan Da Nang yang akan beroperasi di tahun 2026,” tuturnya.

Selain itu, Indonesia AirAsia juga akan menambah jadwal penerbangan ke Adelaide hingga beroperasi setiap hari sebagai bagian dari penguatan jaringan Australia. B

 

Komentar

Bagikan