
Bunda Literasi Jawa Tengah (Jateng) Nawal Arafah Yasin bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen dengan dihadiri juga oleh Bunda Literasi Surakarta Venessa Winastesia, meluncurkan Bus Pintar di Taman Cerdas, Kelurahan Gilingan, Kota Surakarta.
Bus Pintar adalah layanan perpustakaan bergerak berbasis kendaraan bus, yang dirancang khusus untuk membawa koleksi buku dan bahan pustaka ke berbagai ruang publik.
Keberadaannya akan melengkapi 11 unit mobil listrik perpustakaan keliling, yang sudah beroperasi di Kota Surakarta atau Kota Solo.
Bunda Literasi Jateng Nawal Arafah mengapresiasi peluncuran bus tersebut dan mengatakan, Bus Pintar milik Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Surakarta tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses literasi, sekaligus mendorong peningkatan minat baca masyarakat, khususnya pelajar.
Menurutnya, fasilitas itu merupakan inovasi layanan literasi yang menarik dan adaptif dengan kebutuhan masyarakat saat ini, terlebih bus tersebut juga dilengkapi dengan Smart TV, yang bisa menampilkan konten video edukasi bagi para pengunjung.
“Ini inovasinya untuk menggeliatkan literasi menggunakan bus pintar ya, yang kemudian diisi beberapa buku – buku dan kemudian ada juga video – video edukasi di situ,” jelas Nawal.
Dia menambahkan, bus tersebut nantinya secara rutin dan terjadwal berkeliling di berbagai lokasi dan kegiatan publik, seperti Car Free Day (CFD) di Alun – alun Kota Surakarta.
Ketua TP PKK Jawa Tengah ini berharap, akses literasi berbasis jemput bola itu mendapatkan sambutan positif dari masyarakat setempat. “Harapannya nanti bisa kemudian mengembangkan literasi di Surakarta ini.”
Dalam kegiatan itu, Nawal bersama Taj Yasin dan Bunda Literasi Surakarta juga meninjau Perpustakan Desa Gilingan.
Perpustakaan ini memiliki ratusan koleksi buku dengan berbagai genre, mulai dari komik anak – anak, buku fiksi hingga pengetahuan umum.
Sementara itu, Bunda Literasi Kota Surakarta Venessa Winastesia menjelaskan, Bus Pintar ini berasal dari hibah satu unit armada bus dari Dinas Perhubungan yang diperbaiki dan direnovasi, agar dapat difungsikan sebagai perpustakaan keliling.
Dia berharap, penambahan armada bus untuk layanan perpustakaan keliling, dapat meningkatkan budaya gemar membaca di kalangan masyarakat, terlebih pada tahun 2024, jumlah kunjungan perpustakaan mencapai 230.000 orang.
“Jumlah pengunjung perpustakaan di Surakarta sekitar 230.000, yang di perpustakaan daerah itu 100.000 sekian, jadi sekitar 43,5%, sisanya baru di perpustakaan – perpustakaan yang lain,” ungkap Venessa. B



