
Maskapai Super Air Jet melakukan penerbangan perdana melalui Bandara Internasional Dhoho di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, sekaligus memulai pelayanan dengan rute Jakarta – Kediri.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana berharap tingkat keterisian penumpang (okupansi) penerbangan dapat terus stabil di angka tinggi.
“Kita berdoa semoga penerbangan okupansi penumpang bisa 70% ke atas terus,” katanya usai mendampingi Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyambut kedatangan penumpang di Bandara Internasional Dhoho.
Untuk menarik minat masyarakat datang ke Kediri melalui Bandara Dhoho, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri juga telah menyiapkan sejumlah strategi.
Salah satunya adalah program gratis masuk objek wisata unggulan dengan menunjukkan boarding pass penerbangan dan diskon harga hotel bagi penumpang pesawat yang mendarat di Kediri.
“Ini tidak mudah tapi kita berdoa semoga dilancarkan dan kalau memang ini lancar saya rasa bandara ini akan menjadi bandara yang membanggakan bagi masyarakat Jawa Timur,” jelas Bupati Hanindhito.
Menurutnya, keberhasilan menjaga okupansi menjadi kunci agar operasional Bandara Internasional Dhoho berjalan berkelanjutan.
Dia meyakini bahwa para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat di Pemkab Kediri memiliki rasa memiliki yang besar terhadap bandara tersebut, begitu pula dengan daerah – daerah sekitar Wilis.
“Yang tidak kalah penting adalah bagaimana melakukan konektivitas dan menyamakan persepsi dengan para kepala daerah lain,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Bupati Hanindhito menambahkan bahwa dengan status bandara internasional kini maskapai asing juga dapat terbang langsung ke Kediri. “Sekarang maskapai dari luar sudah boleh masuk.”
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan rasa syukur atas kembali beroperasinya Bandara Internasional Dhoho.
Terpisah, Corporate Communications Strategic Lion Group Danang Mandala Prihantoro mengatakan, pihaknya akan melakukan berbagai upaya agar operasional bandara bisa ramai. salah satunya dengan mempromosikan wisata di Lingkar Wilis.
“Berbagai upaya kami lakukan agar penerbangan Kediri-Jakarta dan Jakarta-Kediri nanti ramai,” tuturnya.
Danang optimistis rute baru Super Air Jet di Bandara Dhoho ini akan ramai, karena rute Kediri – Jakarta akan menghubungkan penumpang dari Kediri ke 30 daerah dan negara lain. “Hal itu akan mempermudah masyarakat untuk terkoneksi ke lokasi lain.”
Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kediri mendesak, Pemkab Kediri melalui dinas perhubungan harus jeli menangkap peluang tersebut.
Minimal menyediakan sarana prasarana transportasi, seperti jalur khusus angkutan umum ke bandara dan terminal shuttle sebagai Transit Oriented Development (TOD). B



