KAI Gandeng BSSN dan Kepolisian Investigasi Dugaan Kebocoran Data

Penumpang tengah mencetak tiket di stasiun kereta api. (dok. kai.id)

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serta kepolisian untuk menginvestigasi dugaan kebocoran data yang tengah terjadi.

Saat ini, KAI masih melakukan investigasi terhadap dugaan kebocoran data yang terjadi.

“Kami belum bisa menentukan, yang jelas kami bekerja sama dengan banyak pihak, kami tidak bisa menyebutkan, tapi salah satunya dengan BSSN juga kemudian cyber crime Bareskrim dan beberapa institusi lain,” ujar Executive Vice President, Information Technology KAI Albertus Indarko Wiyogo di sela-sela konferensi pers Kolaborasi Oracle dan PT KAI di Kantor Oracle, baru-baru ini.

Dia menjelaskan, KAI dan sejumlah pihak masih melakukan investigasi dan hingga saat ini belum ada bukti yang menunjukkan data penumpang maupun karyawan terekspos.

“Posisi saat ini masih investigas, jadi kalau dari bukti-bukti yang ada belum ada evidence yang menyatakan bahwa data pribadi penumpang maupun karyawan terekspos,” jelasnya.

Jadi, Indarko menambahkan, sampai saat ini sampai investigasi sumber, sehingga belum ada bukti jelas ada kebocoran data pribadi karyawan dan penumpang.

Baca juga :   Pelindo Akan Revitalisasi Terminal Penumpang di Pelabuhan Ambon

Sebelumnya, akun X @TodayCyberNews membagiakan tangkapan layar halaman situs web yang menginformasikan KAI telah diretas pada Minggu (14/1/2024).

“Pelanggaran Data di PT Kereta Api Indonesia (https://kai.id). Sebuah kelompok peretas mengklaim telah mengakses data sensitif, termasuk informasi karyawan, detail pelanggan, dan lainnya dari perusahaan kereta api nasional Indonesia,” tulis akun tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Indarko juga menjelaskan terkait dengan migrasi beban kerja sistem tiket kereta api on premise dari Oracle Exadata ke Oracle Exadata Cloud@Customer di Oracle Cloud Infrastructure (OCI).

Hal tersebut diklaim telah menghasilkan peningkatan kinerja operasional KAI sebesar 50%, sehingga memungkinkan PT KAI untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan penumpang sebesar 15% dibandingkan dengan sebelum masa pandemi Covid-19.

Menurut Indarko, pemindahan beban kerja sistem tiket kereta api KAI ke cloud telah merevolusi sistem operasi kereta api kami.

“Oracle telah menjadi penyedia teknologi yang luar biasa bagi kami selama lima tahun terakhir dengan solusi database dan kini, Oracle Exadata Cloud@Customer telah terbukti menjadi platform terbaik untuk strategi digitalisasi jangka panjang kami,” jelasnya.

Baca juga :   Pergantian Direksi di Lingkungan KAI

Menurut Indarko, meningkatkan kinerja operasional kami sebesar 50% dan meningkatkan kapasitas manajemen penumpang sebesar 15% dalam hitungan bulan, yang didukung dengan berbagai tingkat keamanan database, bukanlah hal yang mudah.

Penggunaan solusi Cloud oleh PT KAI ini juga diklaim memberikan penghematan biaya sebesar 30%.

Selain itu, dengan Oracle Exadata Cloud@Customer, KAI memiliki akses ke platform database Exadata yang disediakan sebagai layanan cloud di data center sendiri untuk memenuhi persyaratan kedaulatan dan kepatuhan data lokal.

Dalam acara yang sama, Managing Director Oracle Indonesia Rusly Askar mengatakan Indonesia sebagai negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara memiliki misi untuk melakukan transformasi digital pada pemerintahannya, salah satunya pada layanan publik.

“Layanan publik membutuhkan sistem cloud terintegrasi yang dapat diperbarui secara mandiri dengan inovasi-inovasi baru, memberikan kinerja yang handal, dan memungkinkan para staf untuk memberikan informasi dan layanan yang lebih baik kepada masyarakat,” ungkapnya. B

Komentar