Wisnus Masih Jadi Motor Penggerak Pemulihan Sektor Pariwisata Nasional Tahun 2023

Wisata dengan naik delman di Candi Plaosan, Desa Wisata Bugisan, Kalten, Jawa Tengah.(dok. kemenparekraf.go.id)

Wisatawan nusantara (wisnus) diprediksi masih akan menjadi motor utama penggerak pemulihan sektor pariwisata nasional pada tahun 2023.

Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan, perjalanan domestik ke depannya akan ditopang oleh pergerakan Millenial dan Gen Z.

“Peluang wisatawan nusantara ini masih akan menjadi motor utama penggerak pariwisata, dengan jenis wisata pilihan para Milenial dan Gen Z adalah Nature, Staycation, Culinary, City Tour, dan Culture,” katanya dalam Jumpa Pers Akhir Tahun (JPAT) 2022, Selasa (27/12/2022).

Namun, lanjutnya, mengenai peluang dan tantangan sektor pariwisata Indonesia tahun depan dalam hal consumer behaviour ada tantangan berupa peningkatan biaya hidup dan harga bahan bakar.

Tantangan ini menjadi faktor penentu keputusan berwisata ke luar negeri, jumlah spending saat berwisata dan pemulihan bisnis pariwisata di tahun 2023,” jelasnya.

Baca juga :   Ini Link dan Cara Daftar Bantuan Insentif Pemerintah Kemenparekraf

Sandiaga menuturkan, tentang Rapid Exit Zero Covid Policy, tantangannya adalah wisatawan Tiongkok sebagai pasar utama di Asia Pasifik belum dapat bebas bergerak akibat Zero Covid Policy.

Namun, dia menambahkan, saat ini mobilitas di Tiongkok mulai menunjukan perubahan, akibat protes berkelanjutan Zero Covid Policy, tapi  tidak lama berselang setelah kebijakan pelonggaran mobilitas diberlakukan, kenaikan kasus Covid-19 kembali meningkat.

“Peluangnya saat ini, perubahan masif terjadi di Tiongkok, akibatnya pelonggaran mobilitas domestik terjadi di beberapa wilayah. Minat perjalanan yang sempat tertahan cukup lama, mulai muncul kembali,” ungkap Sandiaga.

Situs Trip.com menyebutkan, semenjak 7 Desember  2022, volume pemesanan penerbangan domestik meningkat hingga 160%.

Mengenai target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan pemesanan tiket ke Indonesia masih berpeluang pemesanan tiket wisman ke Indonesia, yang pada 2023 tercatat sebanyak 123.000 booking.

Tercatat lima besar pasar wisman hingga periode November 2023 ditempati oleh Australia, Korea Selatan, Inggris, Prancis, dan Jerman.

Baca juga :   Pertamina Mandalika International Street Circuit Dibenahi Jelang MotoGP Mandalika 2022

Pasar Eropa mengisi sebesar 41,73% dari total booking ke Indonesia di tahun 2023.

Regional seperti Oseania menyumbang 25,73%, Asia (di luar negara ASEAN) sebesar 21,7% dan negara ASEAN baru 2,43% (cenderung last minute booking).

Namun, Sandiaga menegaskan, ada tantangan dal hal target kunjungan wisman, yakni dibagi berdasarkan performansi dan ekstrapolasi tahun 2022.

Pasar ASEAN dan Eropa memegang share target paling tinggi, adapun pasar utama yang diharapkan menjadi penyumbang wisman paling besar adalah Australia, Singapura, Malaysia, India, dan Inggris. B

Komentar