Visi – Misi Infrastruktur dan Transportasi Capres – Cawapres

Transportasi massal antarpulau. (dok. istimewa)

Indonesia sedang mengalami krisis transportasi umum dan darurat keselamatan lalu lintas.

Ketiga pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang bersaing di Pemilu 2024 telah menawarkan program transportasi umum walaupun dalam penyebutan berbeda., Namun belum ada program keselamatan lalu lintas.

Pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar dengan visi Indonesia Adil Makmur untuk Semua.

Pada misi keempat dari delapan jalan perubahan yang diusung, yaitu membangun kota dan desa berbasis kawasan yang manusiawi, berkeadilan dan saling memajukan. Pendekatan kewilayahan untuk mewujudkan program.

Sumatra: Jembatan menuju komunitas global

Membangun jaringan transportasi lintas Sumatra yang terhubung dengan Jawa melalui penguatan peran jalan tol, jalur kereta api, dan penyeberangan Selat Sunda. Menjadikan Kuala Tanjung sebagai simpul internasional di wilayah Indonesia Bagian Barat.

Jawa: Pondasi ekonomi yang berkelanjutan

Jabodetabek menjadi pusat ekonomi dan bisnis berkelanjutan dan berskala global yang ditunjang dengan kelancaran mobilitas orang dan barang, serta pemenuhan infrastruktur dasar bagi warga.

Wilayah sentra industri dengan komoditas unggulannya ditunjang oleh keterhubungan dengan pelabuhan dan pasar melalui angkutan barang multimoda yang efektif dan efisien, serta penambahan sarana dan prasarana logistik yang memadai, seperti dry port dan pergudangan

Kota-kota lain di Pulau Jawa menjadi pusat kegiatan yang menjembatani perkotaan metropolitan dan pedesaan dengan ditunjang penyediaan hunian terjangkau di pusat kota, sistem transportasi umum yang mudah dan murah, pemenuhan infrastruktur dasar.

Kawasan pedesaan menjadi pusat pangan, pariwisata, kebudayaan, dan sumber kekayaan alam yang ditunjang dengan pemenuhan layanan infrastruktur dasar.

Kawasan Pesisir Utara dan menjadi pusat pariwisata, industri Selatan perikanan, dan sumber kekayaan alam yang ditunjang dengan pembangunan infrastruktur, serta pemenuhan layanan infrastruktur dasar dan infrastruktur penghubung dengan kota.

Pelabuhan Patimban fasilitas lengkap dan terintegrasi memiliki secara fisik dengan angkutan barang multimoda yang efisien dan secara data dan informasi dengan National Logistics Ecosystems.

Bandara Kertajati perawatan dan perbaikan pesawat menjadi sentra serta pusat pengembangan dan riset industri teknologi tinggi yang terhubung dengan akses logistik multimoda.

Tol Transjawa pembangunannya dituntaskan hingga Banyuwangi, pembangunan jalan arteri sebagai akses tol, dan penyesuaian tarif bagi kendaraan logistik

Kalimantan: Tonggak ekonomi hijau, beranda Indonesia yang maju dan asri

Mewujudkan pembangunan infrastruktur kereta yang mengalungi Kalimantan, dengan penahapan yang optimal. Memastikan transportasi udara, darat, dan air (sungai dan laut) yang terjangkau dan saling terhubung

Bali dan Nusa Tenggara: Gerbang Pariwisata, Gapura Keberagaman, Pagar Kebudayaan

Antarpulau terhubung (a) penambahan dan pembaruan kapal penumpang dan kapal perintis, (b) dukungan subsidi ongkos transportasi air agar lebih terjangkau, (c) revitalisasi pelabuhan, diantaranya Pelabuhan Benoa, Lembar, Kupang, Celukan Bawang, Bima, dan Labuan Bajo.

Sulawesi: Kemakmuran di Timur

Membangun jaringan logistik dan transportasi yang murah dan efisien, melalui (a) melanjutkan pembangunan Kereta Api Trans Sulawesi jalur Makassar – Parepare sampai Palu hingga 2029 dan (b) integrasi dan tata kelola yang baik terhadap sektor transportasi publik (integrasi Pete – Pete, pengembangan bus dalam kota).

(c) melanjutkan pembangunan jalan tol trans Sulawesi sebagai Upaya menciptakan kemudahan mobilitas individu dan komoditas, (d) optimalisasi ALKI II dan III menghubungkan rantai pasok komoditas, (e) pembangunan dan pengembangan dry port lintas kabupaten dan provinsi.

Maluku: Kebangkitan ekonomi maritim dari Timur

Antarpulau terhubung dengan penambahan dan pembaruan kapal penumpang dan kapal perintis, dukungan subsidi ongkos transportasi air agar lebih terjangkau, serta revitalisasi pelabuhan diantaranya Pelabuhan Yos Sudarso, Amahai, Tual, Namlea dan Saumlaki. Kepastian bagi seluruh kota dan desa tersedia angkutan umum murah.

Papua: Pemerataan sempurna

Revitalisasi pelabuhan Jayapura dan Samabusa Nabire untuk Biak, akses masuk utama barang dan jasa di wilayah utara serta Pelabuhan Pomako Mimika dan Merauke untuk wilayah Selatan.

Melanjutkan pembangunan jalan Trans Papua dengan fokus meningkatkan kehadiran jalan nasional minimal di 90% kabupaten/kota dan 100% jalan penghubung antar kab/kota dalam kondisi baik. Pengaspalan lebih dari 1.700 km jalan Trans Papua yang masih dalam kondisi tanah dan kerikil.

Mengoptimalkan kolaborasi BUMN transportasi dan swasta untuk menurunkan biaya logistik menuju dan di dalam Papua.

Baca juga :   Angkasa Pura Properti Buka Seleksi Mitra Strategis Kembangkan Kawasan YIA

Mengoptimalkan bandara Mozes Kilangin sebagai hub jaringan logistik udara untuk wilayah pegunungan. Menurunkan durasi pengiriman barang Jawa – Timika – Pegunungan Tengah melalui pola distribusi dan rantai pasok yang lebih efisien.

Kawasan pesisir, kepulauan dan pedalaman, mengoptimalkan sarana, prasarana, dan sistem logistik untuk menjamin ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pokok dan barang kebutuhan sehari-hari.

Terhubung mudah dengan daerah lainnya melalui sarana dan prasarana transportasi yang memadai, baik untuk keperluan mobilitas harian maupun pariwisata.

Sementara untuk pasangan Calon Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dengan visi Bersama Indonesia Maju.

Dalam misi ketiga, yaitu melanjutkan pengembangan infrastruktur. Pembangunan Indonesia harus lebih merata melalui penciptaan pusat pertumbuhan baru di luar Pulau Jawa. Salah satunya adalah Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Ekonomi biru dengan membangun armada transportasi laut rakyat untuk melayani pulau-pulau terpencil dan terluar dengan harga terjangkau.

Pengembangan pelabuhan simpul transhipment sebagai tulang punggung pembangunan infrastruktur terhubung dengan simpul logistik di Kawasan Timur Indonesia yang dibangun untuk meningkatkan muatan balik. Memperkuat kelembagaan dan regulasi pengelolaan pelabuhan dan logistik.

Menyinergikan pembangunan jaringan transportasi (darat, laut, dan udara) dan pengembangan kawasan strategis yang dilakukan secara terintegrasi dalam suatu konsep perencanaan, serta pengelolaan yang terpadu. Pembentukan kelembagaan integrator dari arus barang untuk mengkoordinasi layanan transportasi multimoda dan distribusi logistik.

Mengembangkan pelabuhan simpul transhipment sebagai infrastruktur terhubung dengan simpul logistik di Kawasan Timur Indonesia yang dibangun untuk meningkatkan muatan balik.

Mengembangkan Pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas orang, barang, dan informasi.

Menyinergikan Pembangunan jaringan transportasi (darat, laut, dan udara) dan pengembangan kawasan strategis yang dilakukan secara terintegrasi dalam suatu konsep perencanaan serta pengelolaan yang terpadu

Untuk melanjutkan infrastruktur penunjang hilirisasi dan industrialisasi, maka diperlukan mengembangkan infrastruktur dan jaringan jalan pada koridor utama dan koridor penghubung serta mendukung akses ke kawasan ekonomi dan simpul

transportasi. Mengembangkan konektivitas kereta api pada koridor logistik untuk angkutan barang. Mendorong standarisasi infrastruktur dan fasilitas di seluruh pelabuhan dan bandara yang menjadi simpul utama.

Membangun pelabuhan gerbang ekspor-impor serta pusat alih muatan (transhipment hub) internasional, terutama pada pelabuhan – pelabuhan dengan pangsa angkutan ekspor – impor yang signifikan.

Salah satu upaya memberantas kemiskinan dengan menyediakan transportasi publik murah bagi pekerja dan rakyat tidak mampu. Membangun sarana, prasarana dan infrastruktur yang ramah bagi penyandang disabilitas.

Selanjutnya visi misi pasangan Calon Presiden  Ganjar Pranowo dan Calon Wakil Presiden Mahfud MD dengan visi Menuju Indonesia Maju, Gerak Cepat Mewujudkan Negara Maritim yang Adil dan Lestari.

Percepatan Penyelesaian IKN Komitmen melanjutkan pembangunan Ibu Kota Nusantara secara bertahap hingga IKN menjadi titik keseimbangan baru keadilan pembangunan sekaligus simbol Indonesia yang futuristik.

Infrastruktur dan Simpul Konektivitas Indonesia. Melanjutkan pemerataan dan meningkatkan nilai tambah dari infrastruktur yang telah terbangun dengan menggerakkan ekonomi rakyat di seluruh simpul konektivitas di Indonesia yang sudah terhubung satu sama lain.

Logistik Murah. Mengintegrasikan peta jalan industri dan logistik, mengharmonisasikan pelaksanaan sistem logistik nasional hingga ke tingkat desa, serta optimalisasi Sea Lines of Communication (SLoc) dan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) sebagai jalur perdagangan internasional 4T Terintegrasi (Tempat tinggal – Tempat kerja – Trotoar – Transportasi publik).

Menghubungkan tempat tinggal dan tempat kerja dengan sarana transportasi yang masif, nyaman, murah dan tepat waktu disertai penyediaan trotoar yang ramah pejalan kaki.

Perbatasan dan 3T Sebagai Koridor Strategis. Memperkuat SDM, program afirmasi, akselerasi infrastruktur, energi, pangan, air bersih, serta menjadikan wilayah perbatasan dan 3T (tertinggal, terpencil, terluar) sebagai koridor strategis Pembangunan nasional.

Rumah Kita – 10 Juta Hunian. Pembangunan hunian baru atau renovasi seperti rumah sederhana, rusunami, rusunawa, disertai ketersediaan lahan yang strategis dan terjangkau dari pusat perekonomian serta transportasi umum, terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah, pekerja sektor informal, buruh, dan anak muda dengan skema pembiayaan yang mudah dan murah.

Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca dengan pemangkasan polusi udara dari emisi kendaraan. Pengelolaan Lingkungan Hidup Berkelanjutan dengan pengembangan kota hijau.

Adaptasi dan Mitigasi Krisis Iklim transportasi umum yang nyaman, aman, dan ramah lingkungan.

Baca juga :   Pembiayaan Trans Metro Pekanbaru Didukung Perda

Kampung Sadar Iklim (KadarKlim) dengan program promotif di tingkat kampung untuk menahan laju perubahan iklim, dengan fasilitas sanitasi dan drainase yang baik, ruang terbuka hijau, kawasan pejalan kaki, fasilitas publik, dan pengelolaan sampah yang terintegrasi.

Ekonomi biru dengan Maritim Unggul (MU), penguatan kapasitas konektivitas maritim melalui peningkatan kualitas SDM maritim, sarana dan prasarana transportasi laut, pengoptimalan pemanfaatan alur laut dan titik sempit (choke points), dengan didukung oleh sistem manajemen transportasi laut yang terintegrasi dengan jalur perdagangan regional dan internasional.

Mengelola Angkutan Umum

Capres Aris Baswedan memiliki pengalaman mengelola Bus Trans Jakarta dengan nilai subsidi Rp4,3 triliun per tahun sudah dapat mengcover 88 persen wilayah Kota Jakarta.

Cawapres Gibran Rakabuming Raka dengan Bus Batik Solo Trans (BST) mulai tahun 2024 menyisihkan dari APBD sebesar Rp 15 miliar (subsidi BST), sedangkan Capres Ganjar Pranowo mengelola Bus Trans Jateng tahun 2023 dikucurkan subsidi Rp104 miliar dari APBD Provinsi Jateng.

Perbedaannya, Capres Anis Baswedan dan Cawapres Gibran Rakabuming Raka melanjutkan program kepala daerah sebelumnya, sedangkan Capres Ganjar Pranowo mengawali membenahi angkutan umum aglomerasi di Jawa Tengah sejak tahun 2017. Sekarang sudah tujuh koridor yang beroperasi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru tahun 2023 mengacu pada hasil pendataan rentang tahun 2018-2022, terdapat 416 Kabupaten dan 98 Kota di Indonesia.

Ditambah 38 provinsi menjadi 552 pemda, tidak sampai 5 persen pemda yang telah membenahi transportasi umum modern dengan skema pembelian layanan (buy the service).

Saat ini, panjang jalan nasional di Indonesia telah mencapai 50.064 km yang terdiri atas jalan nasional tol sepanjang 2.460 km dan jalan nasional bukan tol sepanjang 47.603 km dengan kondisi kemantapan 92% tahun 2022, sedangkan kondisi kemantapan jalan provinsi mencapai 73,79% dan jalankota/kabupaten 62%.

Berdasarkan SK Menteri PUPR Nomor 1688/KPTS/M/2022, proporsi panjang jalan di Indonesia berdasarkan kewenangan terdiri dari jalan nasional 47.603,39 km (8,90%), 47.874,4 km (9,06%) dan jalan kota/kabupaten 433.654,4 km (82,05%).

Aksesibilitas untuk daerah tertinggal, terdepan dan terluar serta perbatasan masih kurang diperhatikan.

Layanan angkutan bus perintis dengan 300 rute (33.969 km) dan 597 kendaraan di 32 provinsi masih setengah hati. Dari 33.969 km yang rusak 4.471 km (14 persen).

Dari 65 pulau-pulau kecil yang memiliki jaringan jalan nasional baru 25 pulau ada layanan angkutan bus perintis.

Keterhubungan jaringan jalan dengan simpul transportasi (bandara, pelabuhan laut, pelabuhan penyeberangan dan terminal penumpang) belum tuntas.

Sudah terhubung jalan nasional untuk 106 pelabuhan laut (53%), 69 pelabuhan penyeberangan kelas 1 (57%), 12 terminal umum pelabuhan (31%), 86 terminal tipe A (73%), dan 44 bandara pengumpul (66%).

Indonesia sedang alami krisis angkutan umum dan darurat keselamatan lalu lintas.

Tidak ada program keselamatan lalu lintas di semua capres dan cawapres. Indonesia negara maritim, transportasi perairan harus menjadi perhatian, walaupun mobilisasi orang dan barang masih didominasi transportasi darat.

Angkutan barang bersubsidi ditambahkan dan angkutan feeder tol laut diperlukan untuk daerah kepulauan.

Pembangunan kereta masih berpusat di Jawa, seperti kereta cepat Whoosh, LRT Jabodebek, MRT Jakarta, aktivasi jalur ke Garut, kereta rel listrik Yogyakarta -Solo.

Untuk menggapai Indonesia Emas 2045, pembenahan transportasi umum berbasis jalan lebih realistis untuk diwujudkan. Murah dan mudah dikerjakan dengan tarif yang masih terjangkau kebanyakan masyarakat.

Jika ingin menuntaskan angkutan logistik, selesaikan dulu urusan pungli dan keterlibatan oknum APH (di atas 50%) yang cukup memberatkan pengusaha angkutan logistik dan sopir truk.

Belum ada target jumlah kota untuk membenahi angkutan umum dari ketiga pasangan ketiga pasangan capres dan cawapres.

Semoga saja program angkutan umum itu tidak sekedar memberikan harapan tentunya juga realita. Era Presiden Joko Widodo selama 10 tahun hanya mampu membenahi 11 kota dari target 32 kota di periode pertama dan 27 kota di periode kedua.

(Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat)

 

Komentar