Uji Pelayaran KRI Prabu Siliwangi-321 di Italia

Para prajurit TNI Angkatan Laut menjalani uji pelayaran perdana KRI Prabu Siliwangi-321 di Italia. (dok. dispenal)
Bagikan

Kapal Republik Indonesia (KRI) Prabu Siliwangi-321 menjalani uji pelayaran perdana dari galangan Fincantieri menuju dermaga North Side Arsenale Italian Navy, baru – baru ini.

Pelayaran ini menjadi yang pertama bagi kapal bersama pengawak baru di bawah komando Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmadja.

Menurut Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul, sebelum pelaksanaan uji pelayaran, komandan KRI menekankan aspek keselamatan, pembagian tugas jaga dan tahapan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh para prajurit.

“Selama pelayaran, pengujian difokuskan pada pengecekan fungsi sistem utama kapal, mulai dari sistem pendorongan, kemudi, navigasi, hingga komunikasi internal,” katanya.

Dia menjelaskan, kapal juga diuji pada berbagai variasi kecepatan dan manuver guna mengenali karakteristik kapal, sekaligus melatih koordinasi antarbagian, khususnya antara anjungan dan kamar mesin.

Menurut Tunggul, uji pelayaran ini dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran langsung bagi pengawak baru agar mampu memahami prosedur pengoperasian kapal secara terpadu dan profesional.

“Komandan KRI juga menyampaikan evaluasi singkat dan menegaskan bahwa uji pelayaran perdana ini merupakan tahap awal pembentukan soliditas tim, serta penguasaan kapal secara menyeluruh,” ujarnya.

Laksamana Pertama Tunggul menambahkan, hasil kegiatan menunjukkan kesiapan awal yang baik dari seluruh pengawak.

Kesiapan tersebut akan terus ditingkatkan melalui rangkaian uji pelayaran lanjutan hingga kapal dinyatakan siap beroperasi.

KRI Prabu Siliwangi-321 merupakan kapal patroli lepas pantai (OPV) yang memiliki spesifikasi yang serupa dengan sistership KRI Brawijaya-320.

Sebagai pembanding, KRI Brawijaya-320 memiliki panjang 143 meter, kecepatan maksimal 32 knot dan mampu membawa hingga 171 personel.

Kapal jenis ini dirancang untuk menjalankan peperangan antiudara (anti-air warfare/AAW) dengan desain modular dan fleksibel.

Sistemnya memungkinkan konfigurasi sesuai kebutuhan operasi angkatan laut modern, dilengkapi Combat Management System (CMS) terintegrasi dengan sensor, persenjataan, komunikasi dan navigasi berbasis jaringan data berkecepatan tinggi. B

 

 

Komentar

Bagikan