
PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menghadirkan layanan transportasi publik yang tidak hanya andal secara operasional, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan spiritual pelanggan.
Salah satu wujud nyata komitmen tersebut adalah penyediaan fasilitas musala di 69 halte Transjakarta yang tersebar di berbagai koridor utama dan titik integrasi strategis di Jakarta.
Penyediaan musala ini ditujukan untuk memudahkan pelanggan, khususnya umat muslim, agar tetap dapat menunaikan ibadah salat di sela perjalanan selama Ramadan.
Fasilitas musala di halte Transjakarta dilengkapi dengan sarana pendukung, seperti tempat wudu, sajadah dan penunjuk arah kiblat, sehingga pelanggan dapat beribadah dengan lebih tenang, serta khusyuk tanpa mengganggu mobilitasnya.
Kepala Departemen Hubungan Masyarakat dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani menyatakan, kehadiran musala di halte merupakan bagian dari pendekatan pelayanan publik Transjakarta yang humanis dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.
Menurutnya, Ramadan menjadi momentum bagi Transjakarta untuk memperkuat layanan publik yang tidak hanya mengutamakan aspek transportasi, tetapi juga kenyamanan dan ketenangan pelanggan dalam menjalankan ibadah.
“Musala di halte kami harapkan dapat membantu pelanggan tetap produktif, sekaligus khusyuk selama bulan suci,” ungkap Ayu.
Dia menambahkan, Transjakarta terus memastikan layanan tetap berjalan optimal selama Ramadan, sembari mengajak pelanggan untuk bersama – sama menjaga kebersihan, ketertiban dan kenyamanan fasilitas musala agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Berikut daftar 69 halte Transjakarta yang dilengkapi musala:
Koridor 1 (Blok M – Kota)
1. Blok M.
2. Bundaran Senayan.
3. Senayan Bank Jakarta.
4. Bendungan Hilir.
5. Karet.
6. Dukuh Atas.
7. Tosari.
8. Bundaran HI Astra.
9. M.H Thamrin.
10. Monumen Nasional.
11. Harmoni.
12. Sawah Besar.
13. Mangga Besar.
14. Glodok.
Koridor 2 (Pulogadung – Monas)
15. Pulo Gadung.
16. Pulo Mas.
17. Senen Toyota Rangga.
18. Senen Raya.
19. Juanda.
20. Balai Kota.
21. Kwitang.
Koridor 3 (Pulogadung – Monas)
22. Kalideres.
23. Jembatan Baru.
24. Jembatan Gantung.
25. Damai.
Koridor 4 (Pulo Gadung – Galunggung)
26. Pemuda Rawamangun.
27. FO Pramuka.
28. Manggarai.
29. Pasar Rumput.
30. Halimun.
31. Galunggung.
Koridor 5 (Kp Melayu – Ancol)
32. Kampung Melayu.
33. Matraman Baru.
34. Senen Sentral.
35. Ancol.
Koridor 6 (Ragunan – Dukuh Atas)
36. Ragunan.
37. Jati Padang.
38. Underpass Kuningan.
39. Patra Kuningan.
40. Kuningan.
41. Rasuna Said.
42. Karet Kuningan.
43. Kuningan Madya.
44. Setiabudi.
Koridor 7 (Kampung Rambutan – Kanpung Melayu)
45. Cililitan.
46. Cawang Sentral.
47. BNN LRT.
Koridor 8 (Lebak Bulus – Pasar Baru)
48. Kebayoran.
Koridor 9 (Pinang Ranti – Pluit)
49. Cikoko Arah Pinang Ranti.
50. Pancoran Tugu.
51. Simpang Kuningan.
52. Semanggi.
53. Petamburan.
54. Grogol Reformasi.
55. Pluit.
Koridor 10 (Tanjung Priok – PGC)
56. Plumpang.
Koridor 11 (Pulo Gebang – Kampung Melayu)
57. Pulo Gebang.
58. Wali Kota Jakarta Timur.
59. Stasiun Jatinegara.
Koridor 12 (Pluit – Tanjung Priok)
60. Sunter Boulevard Barat.
Koridor 13 (CBD Ciledug – Tendean / Integrasi CSW)
61. Tegal Mampang.
62. Pasar Santa.
63. Velbak.
64. Cipulir.
65. Puri Beta 2.
66. CSW Lt 3.
Koridor 14 (Senen – JIS)
67. Jembatan Item.
68. Danau Sunter.
69. Kemayoran. B



