Tahun Baru Imlek merupakan salah satu periode penting bagi industri wisata di Indonesia.
Berdasarkan data Trip.com, selama periode libur Imlek tahun ini, ada banyak wisatawan Indonesia yang bepergian ke berbagai destinasi di luar negeri, mulai dari tiga negara, yakni Kuala Lumpur di Malaysia, Singapura hingga Jeddah, Arab Saudi.
Fakta tersebut mencerminkan tingginya demand perjalanan ke luar negeri selama musim liburan dan tren yang disampaikan dalam informasi ini didasarkan pada data pemesanan Trip.com di Indonesia, dengan perbandingan antara periode Tahun Baru Imlek 2026 dan tahun 2025.
Di sisi lain, demand perjalanan wisata ke Indonesia di periode yang sama juga tetap solid, dengan Tiongkok, Malaysia dan Singapura tercatat sebagai tiga kontributor sumber wisatawan mancanegara (wisman) terbesar.
Trip.com adalah salah satu penyedia layanan perjalanan online terkemuka di dunia, mengamati para penggunanya memanfaatkan berbagai fitur Trip.com untuk melakukan pemesanan perjalanan, sehingga tren perjalanan selama masa Imlek dapat disusun.
Laman ini menyediakan layanan perjalanan online internasional yang tersedia dalam 24 bahasa di 39 negara dan wilayah, serta mendukung transaksi dalam 35 mata uang lokal.
Bahkan, Trip.com menyediakan lebih dari 1,5 juta pilihan hotel, menjual produk penerbangan bersama lebih dari 640 maskapai dan menghubungkan 3.400 bandara di 220 negara dan wilayah.
Menurut General Manager Trip.com Indonesia Krishna Arya, Tahun Baru Imlek di Indonesia memiliki keunikan tersendiri karena memadukan perayaan yang meriah dengan tradisi mudik yang semarak.
“Data kami menunjukkan bahwa hampir seperempat wisatawan memilih rute domestik, seperti Jakarta – Pontianak dan Jakarta – Medan, untuk pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga,” jelasnya.
Maka dari itu, Krishna menjelaskan, pihaknya berkomitmen untuk menghadirkan layanan terbaik secara personal untuk mengurangi komplikasi saat bepergian, baik untuk perjalanan menuju kampung halaman atau untuk bertualang ke luar negeri.
“Dengan menawarkan beragam layanan, mulai dari penerbangan hingga aktivitas lokal yang disesuaikan dengan kebutuhan dan minat masing – masing wisatawan, kami bangga dapat membantu seluruh masyarakat Indonesia untuk fokus pada hal yang paling penting selama periode yang penuh makna ini, menciptakan kenangan yang indah dengan berkumpul kembali bersama orang – orang terkasih,” ujarnya.
Wisatawan Indonesia masih memprioritaskan kota – kota terdekat untuk menikmati liburan Tahun Baru Imlek, termasuk Kota Kuala Lumpur di Malaysia, Singapura dan Kota Jeddah, Arab Saudi sebagai beberapa destinasi terpopuler di luar negeri, disusul oleh Bangkok dan Tokyo.
Meski destinasi yang sudah familiar tetap diminati, wisatawan Indonesia juga makin tertarik menjelajahi beragam destinasi baru, seperti Madinah, Sapporo dan Adelaide.
Di antara ketiganya, Kota Madinah menunjukkan pertumbuhan tertinggi dengan lonjakan pemesanan lebih dari 500% dalam satu tahun terakhir (Year-On-Year/YOY) di Trip.com, disusul Sapporo dengan pertumbuhan di atas 250% dan Adelaide yang mendekati angka 200%.
Data Trip.com juga menunjukkan bahwa kebanyakan wisatawan Indonesia cenderung merencanakan perjalanan lebih awal dan melakukan pemesanan sejak jauh hari sebelum waktu keberangkatan pada libur Tahun Baru Imlek.
Tahun ini, 43% pemesanan dilakukan lebih dari 60 hari sebelum tanggal perjalanan, relatif serupa dengan kondisi pada tahun sebelumnya.
Selain itu, terdapat sedikit pergeseran minat terhadap jarak perjalanan, dengan 49% penerbangan dipesan untuk destinasi jarak menengah hingga jarak jauh, sedikit lebih rendah dibandingkan angka 51% di periode yang sama pada tahun 2025.
Indonesia mendapatkan demand yang cukup tinggi untuk perjalanan wisata mancanegara (inbound).
Menjelang libur Tahun Baru Imlek ini, negara Tiongkok, Malaysia, Singapura, Australia, dan Jepang muncul sebagai sumber utama wisman ke Indonesia.
Selain negara – negara tersebut, Indonesia juga mencatat pertumbuhan signifikan terkait kedatangan wisatawan asal Italia, Selandia Baru, Jerman, Rusia, dan Kamboja.
Data ini menunjukkan peningkatan daya tarik Indonesia bagi wisatawan internasional yang lebih beragam.
Mengenai minat wisatawan terhadap atraksi wisata masih terpusat di wilayah Bali dan Lombok, deretan destinasi wisata populer seperti Kepulauan Nusa Penida, Bali Exotic Marine Park, Waterbom Bali, dan Nusa Lembongan menjadi atraksi wisata yang paling banyak dipesan selama liburan Imlek.
Selain itu, Candi Borobudur juga menjadi salah satu atraksi unggulan. Hal ini menunjukkan bahwa kekayaan budaya, sejarah dan keunikan Indonesia masih menjadi faktor utama yang menarik minat banyak wisatawan.
Perjalanan domestik selama periode Tahun Baru Imlek juga menunjukkan tren yang menarik.
Destinasi domestik populer umumnya didominasi kota dengan populasi masyarakat Tiongkok – Indonesia yang signifikan, seperti Jakarta, Bali, Surabaya, Pontianak, dan Medan.
Sementara itu, Jakarta – Bali – Jakarta, Jakarta – Medan dan Jakarta – Pontianak masih menjadi rute domestik yang paling banyak dipesan.
Tren ini mencerminkan kuatnya budaya mudik di Indonesia bagi masyarakat yang merayakan Tahun Baru Imlek.
Berdasarkan data Trip.com, puncak arus mudik Tahun Baru Imlek diperkirakan terjadi selama tiga hari, yakni pada tanggal 13, 14, dan 15 Februari 2025.
Saat ini, Trip.com menyediakan lebih dari 300.000 aktivitas, atraksi wisata, pertunjukan, tur, pilihan transportasi, dan pengalaman wisata yang dapat dipesan di lebih dari 2.000 kota dalam 24 bahasa.
Tersedia juga beragam pilihan wisata, mulai dari wisata kuliner di restoran mitra Trip.Gourmet hingga pertunjukan budaya.
Para wisatawan dapat mencari dan memesan berbagai atraksi wisata lokal maupun internasional dalam bahasa dan mata uang pilihan mereka, dengan ketersediaan real-time melalui aplikasi Trip.com. B




