Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus memacu proses pemvisaan jemaah haji Indonesia.
Hingga saat ini, tercatat sekitar 162.000 dokumen jemaah telah berhasil diproses, dengan sisa sekitar 40.000 dokumen yang sedang dalam tahap penyelesaian.
Menurut Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj Ian Heriyawan, tim pemvisaan yang terdiri dari 85 personel bekerja secara intensif selama 24 jam untuk memastikan seluruh dokumen rampung tepat waktu.
“Kami bekerja 24 jam penuh dalam memproses dokumen dan pemvisaan. Sejauh ini, lebih kurang 162.000 jemaah sudah berproses, tersisa sekitar 40.000. Untuk visa yang sudah dicetak sendiri sudah mencapai angka 57.000,” ujarnya saat meninjau langsung proses pemvisaan di Ruang Serbaguna Kantor Kemenhaj di Jakarta.
Dia mengakui bahwa proses ini bukan tanpa kendala. Beberapa tantangan teknis yang dihadapi antara lain koneksitas sistem dengan pihak Arab Saudi dana proses pemaketan layanan yang berkaitan dengan akomodasi hotel dan kamar bagi jemaah.
“Tantangan utamanya adalah koneksitas teknis dengan Saudi dan sinkronisasi pemaketan layanan, karena ini sangat krusial untuk memastikan kepastian akomodasi jemaah selama di sana,” ungkapnya.
Selain itu, adanya permintaan mutasi atau pindah kloter dari jemaah juga sempat menjadi catatan.
Namun, Ian mengungkapkan, pihaknya telah membatasi proses mutasi tersebut sejak dua minggu lalu guna menjaga stabilitas komposisi kloter yang sudah terbentuk.
Dia menargetkan seluruh proses pemvisaan rampung pada awal Maret 2026 atau setidaknya satu minggu sebelum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
“Sesuai timeline, kami berharap awal Maret semua sudah clean. Bahkan jika proses pemaketan layanan di Saudi berjalan cepat, kami optimis bisa tuntas di akhir Februari ini,” tutur Ian.
Dia menambahkan, proses pemvisaan yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan bukan menjadi halangan bagi Tim Visa untuk mengejar target.
“Anak – anak Tim Visa malah senang. Biasanya setelah Qiyamul Lail, mereka langsung lanjut bekerja hingga waktu sahur. Saya ikut menemani mereka untuk memastikan semua berjalan lancar,” jelas Ian. B




