Stasiun Matraman Siap Beroperasi

Stasiun Matraman di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur. (Istimewa)

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Commuter akan mengoperasikan Stasiun Matraman yang berada diantara lintasan Stasiun Manggarai dan Stasiun Jatinegara, Jakarta.

Menurut VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba, stasiun ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif bagi pengguna untuk naik dan turun selain di kedua stasiun tersebut, serta penguna yang ada di sekitar wilayah Stasiun Matraman.

“Stasiun Matraman memiliki fasilitas pelayanan penumpang seperti loket, ruang pelayanan barang tertinggal, ruang laktasi, pos kesehatan, toilet, musala, fasilitas untuk pengguna disabilitas, lift dan escalator, serta area parker,” ujarnya dalam keterangan perusahaan.

Anne menjelaskan, untuk keamanan dan keselamatan stasiun ini juga dilengkapi juga dengan cctv, alat pemadam kebakaran, sistem alarm kebakaran, serta penangkal petir.

Sebagai persiapan pengoperasian Stasiun Matraman, telah dilakukan uji coba perjalanan KRL, uji coba sistem persinyalan, serta uji coba prasarana-prasarana operasional perjalanan kereta api lainnya oleh KAI Commuter dan PT KAI Daop 1 Jakarta.

“Seluruh fasilitas pelayanan pengguna juga sudah dilengkapi dan dipastikan dapat berfungsi dengan baik sebelum pengoperasian stasiun ini,” katanya.

Sebagai informasi, Stasium Matraman ini berlokasi di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur.

Baca juga :   Kementerian PUPR Mulai Bangun Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA

Stasiun ini sangat strategis untuk para pengguna yang berada di sekitar wilayah Matraman, Kampung Melayu, Jatinegara dan Manggarai.

Sisi Timur stasiun langsung terhubung dengan Jalan Raya Matraman dan terintegrasi dengan halte bus Trans Jakarta koridor 5.

“Pengoperasian stasiun ini diharapkan menjadi alternatif pilihan bagi pengguna KRL naik dan turun selain di Stasiun Manggarai dan Stasiun Jatinegara,” ungkapnya.

Selama dua pekan terakhir sejak Sabtu 28 Mei lalu, pemberlakukan pola operasi terbaru, tren penumpang di Stasiun Manggarai pada hari kerja tercatat sebanyak 5,6 juta lebih orang atau rata-rata 622.952 orang per hari.

Untuk volume akhir pekan rata-rata 462.249 orang per harinya.

Sementara itu, volume pengguna KRL yang transit di Stasiun Manggarai pada dua minggu terakhir rata-rata sebanyak 135.000 orang hingga 145.000 orang.

Volume pengguna transit tertinggi pada Senin, 6 Juni lalu sebanyak 144.855 orang, sedangkan volume per hari penumpang KRL yang naik di Stasiun Manggarai sebanyak 12.423 pengguna.

Dalam pelaksanaan SO-5 Manggarai yang sudah berjalan pada dua minggu terakhir ini, KAI Commuter terus melakukan evaluasi terkait peningkatan pelayanan pengguna KRL.

Baca juga :   LRT Jabodebek Beroperasi Komersial Desember 2022 Dengan Logo Baru

Evaluasi itu, Anne menambahkan, di antaranya mengoptimalisasi peron 8 sebagai peron tujuan ke Bekasi/Cikarang dan perluasan area flow pengguna sebagai pemisahan flow pengguna transit yang akan menuju jalur 8.

Operasional 1.054 perjalanan KRL per hari dan penambahan perjalanan KRL Feeder Tambahan pada jam sibuk pagi dan sore dengan relasi Manggarai-Angke/Kampung Bandan PP sebanyak 12 perjalanan untuk pagi hari dan enam perjalanan di sore hari.

Untuk perjalanan KRL Feeder Tambahan Manggarai-Bekasi PP pada jam sore hari sebanyak empat perjalanan.

“Evalusi perbaikan fasilitas-fasilitas pelayanan pengguna juga terus dilakukan. Perbaikan secara menyeluruh untuk fasilitas eskalator dan lift di Stasiun Manggarai sempat terkendala,” jelasnya.

KAI Commuter mengimbau untuk mendahulukan pengguna prioritas dalam menggunakan fasilitas eskalator dan lift tersebut, serta untuk mengurangi antrean pada saat menggunakan fasilitas eskalator dan lift.

Pengurangan antrean itu dapat dilakukan pengguna KRL yang transit di Stasiun Manggarai bisa memanfaatkan tangga manual di hall tengah lantai satu dan tangga gantung yang berada di ujung selatan hall lantai satu. B