Video yang menampilkan ribuan sepeda motor listrik untuk proyek Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial (medsos), tapi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana membantah informasi bahwa jumlahnya 70.000 unit.
Menurutnya, realisasi total motor listrik itu 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025 untuk operasional Kepala SPPG.
Video viral di Instagram memperlihatkan bagian dalam dan luar gudang yang penuh sepeda motor dibungkus plastik berlogo BGN.
Pertengahan Maret 2026, organisasi inisiatif nirlaba Project Multatuli menurunkan laporan tentang MBG.
Pada laporan tersebut disebutkan, pembelian motor listrik merek Emmo Mobility senilai Rp 1,2 triliun, pada tahun 2025.
Motor dibeli dari PT Yasa Artha Trimanunggal, perusahaan yang baru berdiri tahun 2025 dengan alamat perusahaan sepeda motor lain, yakni PT Kaisar Motorindo Industri.
Hak paten desain motor itu didaftarkan pada 17 Oktober 2025, tiga hari setelah proses pembelian oleh BGN yang dilakukan pada 14 Oktober 2025.
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menjelaskan, pengadaan sepeda motor operasional MBG, khususnya untuk Kepala SPPG.
Dadan menyampaikan hal itu untuk menanggapi video di media sosial yang menampilkan sejumlah sepeda motor berlogo BGN dan memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat.
Menurutnya, pengadaan sepeda motor tersebut merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025.
“Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG,” tuturnya di Jakarta.
Meski begitu, dia menambahkan, sepeda motor – sepeda motor itu belum didistribusikan, karena kendaraan – kendaraan itu masih harus melalui proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum dapat digunakan.
“Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan,” ungkapnya. I




