Sandiaga Akan Tutup Lokasi Wisata Yang Abaikan Protokol Kesehatan

Penerapan protokol kesehatan di lokasi wisata. (Istimewa)
Bagikan

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kepala Baparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menegaskan komitmennya untuk menindak tegas bagi siapapun pengusaha yang melanggar penerapan protokol kesehatan di lokasi wisata.

Bahkan, Sandiaga mengancam akan memberi sanksi hingga penutupan lokasi wisata jika mengabaikan pentingnya penerapan protokol Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability (CHSE).

“Kami tidak akan segan menindak tegas dengan memberikan sanksi hingga menutup tempat wisata bagi yang tidak menerapkan protokol kesehatan,” ujar Menparekraf dalam Instagramnya, Rabu (5/5/2021).

Menurutnya, protokol kesehatan ini sudah menjadi tanggung jawab bersama dan harus diterapkan sesuai dengan aturan yang sudah ada yakni sesuai dengan CHSE.

Baca juga :   Kemenparekraf Susun Mekanisme Program Kerja dari Bali

Protokol kesehatan berbasis CHSE adalah Cleanliness (kebersihan), Health (kesehatan), Safety (keamanan), dan Environment (ramah lingkungan). CHSE mulai diterapkan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia sejak September 2020.

Menparekraf menuturkan bahwa dia masih mendapati beberapa tempat wisata yang abai menerapkan protokol kesehatan. Contohnya beberapa tempat wisata di Bali, ketidakpatuhan itu diketahui dari banyaknya foto yang viral di media sosial.

Saat itu juga, Sandiaga langsung menghubungi pemilik usahanya dan menyampaikan temuan-temuan itu kepada mereka, memberikan teguran, dan juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat dan Satgas Cobid-19.

“Saya berikan pesan tegas dan lugas bahwa pentingnya menjaga protokol CHSE adalah menjadi tanggung jawab bersama,” jelasnya.

Baca juga :   Indonesia dan Majelis Umum PBB Bahas Resiliensi Keberlanjutan Sektor Pariwisata

Menparekraf menjelaskan bahwa kampanye CHSE tentunya butuh dukungan dari berbagai pihak. Apalagi tujuan dari CHSE adalah menciptakan pariwisata yang aman dan nyaman, dengan output menciptakan peluang pekerjaan bagi penduduk setempat.

Maka itu, Sandiaga menambahkan, peran dari masyarakat, pengusaha dan pemerintah sangat penting untuk mendukung terciptakan kawasan wisata yang tersertifikasi aman.

“Saya berikan pesan tegas dan lugas bahwa pentingnya menjaga protokol CHSE adalah menjadi tanggung jawab bersama,” kata Sandiaga. B

Komentar

Bagikan