
Pembangunan Stasiun Mass Rapid Transit (MRT) Thamrin dan Stasiun MRT Monas yang merupakan bagian dari cakupan pekerjaan konstruksi MRT Jakarta Fase 2A Paket Kontrak 201 (CP 201) untuk Stasiun Thamrin dan Stasiun Monas, hingga saat ini masih terus berlangsung.
Untuk mendukung pekerjaan konstruksi CP 201, PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama dengan Shimizu – Adhi Karya Joint Venture (SAJV) selaku kontraktor pelaksana CP 201 akan melakukan rekayasa lalu lintas (lalin) lanjutan selama masa konstruksi berlangsung.
Terdapat beberapa pekerjaan di sekitar area konstruksi Stasiun MRT Thamrin dan Stasiun MRT Monas antara lain pekerjaan konstruksi pintu masuk (entrance) dan menara ventilasi (ventilation tower) Stasiun MRT Thamrin sisi Timur dan Barat, serta pekerjaan pengembalian kondisi (reinstatement).
Guna menunjang pekerjaan – pekerjaan tersebut, maka diperlukan manajemen rekayasa lalu lintas sebagai berikut:
- Perpanjangan Rekayasa Lalu Lintas Stasiun MRT Thamrin Tahap 2D (16 Januari 2026 – 8 Februari 2026).
Perpanjangan rekayasa lalin Stasiun Thamrin tahap 2D merupakan rekayasa lalin untuk mengakomodir area pekerjaan di Entrance 5, yang terletak di persimpangan Jl. M. H. Thamrin dan Jl. Kebon Sirih (depan Wisma Mandiri).
Adapun pekerjaan yang dilakukan antara lain pekerjaan pembongkaran dinding penahan tanah sementara dan pekerjaan timbunan, serta okupansi area kerja Entrance 3, yang terletak di persimpangan Jl. M. H. Thamrin – Jl. Kebon Sirih (depan Bank Indonesia).
- Jalan M.H. Thamrin Sisi Timur (Arah Blok M)
Mulai 16 – 25 Januari 2026, arus lalin pada sisi Timur Jl. M.H. Thamrin setelah persimpangan Jl. Kebon Sirih (depan Wisma Mandiri), akan bergeser ke arah Barat (arah median jalan), dengan konfigurasi tiga lajur kendaraan reguler dan satu lajur campur (mixed traffic) antara kendaraan reguler dan Bus TransJakarta (3+1).
2. Jalan M.H. Thamrin Sisi Barat (Arah Kota)
Mulai 26 Januari hingga 8 Februari 2026, arus lalin di sisi Barat Jl. M.H. Thamrin, akan bergeser ke sisi Timur (arah median jalan), mulai dari persimpangan Jl. Kebon Sirih (depan Bank Indonesia) dengan konfigurasi tiga lajur kendaraan reguler dan satu lajur campur (mixed traffic) antara kendaraan reguler dan Bus TransJakarta (3+1).
3. Perpanjangan Rekayasa Lalin Jalan M.H. Thamrin Pada Sisi Utara Stasiun MRT Bundaran HI Untuk Pekerjaan Pengembalian Kondisi dan Peningkatan Kondisi Trotoar (17 Januari 2026 – 31 Mei 2026).
Pagar konstruksi akan berpindah dari yang semula berada pada area median ke area trotoar sisi Timur dan Barat Jl. M.H. Thamrin.
Jalan M.H. Thamrin Sisi Timur (Arah Blok M) di Utara Stasiun Bundaran HI
Arus lalin Jl. M.H. Thamrin sisi Timur (arah Blok M) dari depan Gedung Sarinah hingga depan Gedung Sinarmas akan bergeser ke arah Barat (arah median jalan), dengan konfigurasi tiga lajur kendaraan reguler dan satu lajur Bus TransJakarta (3+1).
Jalan M.H. Thamrin Sisi Barat (Arah Kota).
Arus lalu lintas Jl. M.H. Thamrin sisi Barat (arah Kota) dari depan Gedung Lippo Thamrin hingga depan Gedung Bawaslu akan bergeser ke arah Timur (arah median jalan) dengan konfigurasi tiga lajur kendaraan reguler dan satu lajur Bus TransJakarta (3+1).
4. Rekayasa Lalu Lintas Jl MH Thamrin untuk Pekerjaan Pengembalian Pedestrian Tahap 1 segmen Wahid Hasyim – Stasiun Thamrin (Sari Pasific) periode 1 Mei 2026 – 31 Agustus 2026.
Pekerjaan pengembalian Pedestrian di Jl. M.H. Thamrin sisi Timur (arah Blok M) akan di mulai dari Gedung Menara Cakrawala hingga Thamrin 10 dan Jl. M. H. Thamrin sisi Barat (arah Kota) akan dimulai dari Gedung Jaya sampai Gedung Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
Rekayasa lalu lintas yang dilakukan adalah:
- Jalan M.H. Thamrin Sisi Timur (Arah Blok M)
Mulai 16 – 25 Januari 2026, arus lalin pada sisi Timur Jl. M.H. Thamrin setelah persimpangan Jl. Kebon Sirih (depan Wisma Mandiri), akan bergeser ke arah Barat (arah median jalan), dengan konfigurasi tiga lajur kendaraan reguler dan satu lajur campur (mixed traffic) antara kendaraan reguler dan Bus TransJakarta (3+1).
2. Jalan M.H. Thamrin Sisi Barat (Arah Kota)
Mulai 26 Januari 2026 hingga 8 Februari 2026, arus lalin di sisi Barat Jl. M.H. Thamrin (arah Kota), mulai dari persimpangan Jl. Kebon Sirih (depan Bank Indonesia) akan bergeser ke sisi Timur (arah median jalan), dengan konfigurasi tiga lajur kendaraan reguler dan satu lajur campur (mixed traffic) antara kendaraan reguler dan Bus TransJakarta (3+1).
5. Rekayasa Lalu Lintas Stasiun MRT Thamrin Tahap 3A (1 Februari 2026 – 31 Maret 2026)
Persiapan pekerjaan konstruksi Entrance 10 dan Fire Access akan dilakukan di area center median Jl. M. H. Thamrin, mulai dari persimpangan Jl. Kebon Sirih sampai ke Bundaran Air Mancur Thamrin (Patung Kuda) dan pengembalian pedestrian di sisi Timur Jl. M. H. Thamrin akan di mulai dari persimpangan Jl. Kebon Sirih hingga Bundaran Air Mancur Thamrin (Patung Kuda).
Rekayasa lalu lintas yang dilakukan adalah:
- Jalan M.H. Thamrin Sisi Timur (Arah Blok M)
- Arus lalin di sisi timur Jl. M.H. Thamrin (arah Blok M), mulai dari bundaran air mancur Thamrin (Patung Kuda) hingga persimpangan Jl. Kebon Sirih akan bergeser ke sisi Timur dengan konfigurasi tiga lajur kendaraan reguler dan satu lajur campur (mixed traffic) antara kendaraan reguler dan Bus TransJakarta (3+1).
- Arus lalu lintas pada sisi Barat Jl. M.H. Thamrin (arah Kota) setelah persimpangan Jl. Kebon Sirih (depan Bank Indonesia), akan bergeser ke arah Barat, dengan konfigurasi tiga lajur kendaraan reguler dan satu lajur campur (mixed traffic) antara kendaraan reguler dan Bus TransJakarta (3+1).
- Rekayasa Lalu Lintas Stasiun MRT Thamrin Tahap 3B (1 April 2026 – 30 November 2026)
Pekerjaan konstruksi Entrance 10 dan Fire Access akan dilakukan di area median Jl. M. H. Thamrin, mulai dari persimpangan Jl. Kebon Sirih sampai ke Bundaran Air Mancur Thamrin (Patung Kuda) dan pengembalian pedestrian di sisi Timur Jl. M. H. Thamrin mulai dari Jl. Kebon Sirih hingga Bundaran Air Mancur Thamrin (Patung Kuda).
Rekayasa lalu lintas yang dilakukan adalah:
- Jalan M.H. Thamrin Sisi Timur (Arah Blok M)
- Arus lalin di sisi Timur Jl. M.H. Thamrin (arah Blok M), mulai dari Bundaran Air Mancur Thamrin (Patung Kuda) tidak mengalami perubahan, dengan konfigurasi tiga lajur kendaraan reguler dan satu lajur campur (mixed traffic) antara kendaraan reguler dan Bus TransJakarta (3+1).
2. Jalan M.H. Thamrin Sisi Barat (Arah Kota)
- Arus lalin pada sisi Barat Jl. M.H. Thamrin (arah Kota) setelah persimpangan Jl. Kebon Sirih (depan Bank Indonesia), akan bergeser ke arah Barat, dengan konfigurasi tiga lajur kendaraan reguler dan satu lajur campur (mixed traffic) antara kendaraan reguler dan Bus TransJakarta (3+1).
- Rekayasa Lalu Lintas Pekerjaan Koridor Entrance 6 Jalan Budi Kemuliaan Sisi Utara Pada Simpang Bundaran Air Mancur Thamrin Patung Kuda (01 Februari 2026 – 30 November 2026).
Pada simpang Bundaran Air Mancur Thamrin (Patung Kuda) – Jl. Budi Kemuliaan, akan dilakukan manajemen rekayasa lalin untuk pekerjaan konstruksi Entrance-6 Stasiun MRT Thamrin (di samping Gedung Indosat).
Adapun rekayasa lalu lintas pada area tersebut adalah sebagai berikut:
- Pada jam 04.00 hingga jam 22.00 terdapat dua lajur kendaraan dari arah Jl. M.H. Thamrin menuju Jl. Budi Kemuliaan dan dua lajur dari Jl. Budi Kemuliaan menuju Jl. Medan Merdeka Barat.
- Area konstruksi koridor Entrance-6 Stasiun MRT Thamrin yang berada di badan jalan akan ditutup dengan dek baja (steel deck), sehingga tetap dapat dilalui oleh kendaraan. Untuk lajur sisi Barat Bundaran Air Mancur Thamrin (Patung Kuda) tersedia tiga lajur pada siang dan malam hari.
- Pada malam hari, antara jam 22.00 hingga jam 04.00, terdapat satu lajur kendaraan dari arah Jl. M.H. Thamrin menuju Jl. Budi Kemuliaan dan satu lajur dari Jl. Budi Kemuliaan menuju Jl. Medan Merdeka Barat. Rekayasa lalin pada area ini akan menyesuaikan dengan tahapan pekerjaan konstruksi yang diperlukan.
PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama Shimizu – Adhi Karya Joint Venture (SAJV) selaku kontraktor pelaksana senantiasa memastikan kenyamanan dan keselamatan para pengguna jalan tetap terjaga selama proses konstruksi berlangsung dengan memasang rambu lalu lintas, marka jalan, serta lampu penerangan jalan umum (PJU).
Selain itu, PT MRT Jakarta (Perseroda) berterima kasih atas dukungan yang telah diberikan dan memohon maaf atas ketidaknyamanan selama pekerjaan ini berlangsung. B



