PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten memprediksi arus balik Lebaran di bandaranya itu terjadi dua gelombang puncak, yakni pada Selasa (24/3/2026) dan Sabtu (28/3/2026).
Menurut General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta Heru Karyadi, jadi sama dengan arus mudik kemarin, terdapat dua kali lonjakan penumpang. Dimana, arus mudik terjadi pada 14 Maret 2026, prediksi 177.000 dan realisasi 184.000, serta 18 Maret 2026 atau H-2 dengan realisasi mencapai 190.000 penumpang.
“Untuk gelombang ke dua puncak arus balik yang diprediksi terjadi tanggal 28 Maret 2026 akan ada pergerakan penumpang dengan estimasi mencapai sekitar 198.387 penumpang dan 1.221 penerbangan dalam satu hari,” katanya.
Dia menuturkan, dari rencana operasi jumlah penerbangan dan jumlah penumpang saat ini melebihi dari prediksi.
Sejak awal tren atau traffic pergerakan pesawat telah mencapai 1.184 penerbangan dengan 190.000 penumpang.
“Kami masih melihat dari rencana operasi yang kami susun dari data maskapai, yaitu di tanggal 28 Maret atau hari Sabtu nanti. Kami prediksi akan melayani sejumlah 198.000 penumpang,” ungkapnya.
Sementara itu, untuk realisasi layanan hingga periode Sabtu (14/3) H-7 hingga Selasa (24/3) H+2 mudik Lebaran 2026 di Bandara Soekarno-Hatta mencapai 1.983.067 orang.
“Berdasarkan catatan kami dari periode awal mudik tanggal 14 sampai dengan 24 Maret 2026 ini, kami telah melayani 1.983.067 orang penumpang,” jelasnya.
Secara kumulatif, InJourney Airports telah melayani 1,9 juta penumpang dengan 13.184 pergerakan pesawat, atau tumbuh 5,6% dibandingkan periode yang sama tahun 2019 sebagai masa recovery normal.
“Sampai dengan H+2, kami telah melayani sebanyak 13.184 flight, tumbuh sebesar 4,7% dibandingkan dengan tahun 2025 dan 5,6% dibandingkan di tahun 2019,” tuturnya.
Menurut Heru, pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan trafik pergerakan penumpang yang memuncak sejak 14 Maret 2026 dengan prediksi 177.000 orang dan terealisasi sebanyak 184.000 orang penumpang.
“Terjadi pada 14 Maret (prediksi 177.000, realisasi 184.000) dan 18 Maret (H-2) dengan realisasi mencapai 190.000 penumpang,” katanya.
Dalam realisasi ini, dia menambahkan, terdapat rute penerbangan yang menjadi penyumbang peningkatan pertumbuhan traffic periode angkutan Lebaran didominasi oleh destinasi domestik, seperti Denpasar – Jakarta, Kualanamu – Jakarta, Ujung Pandang, Makassar – Jakarta, dan Surabaya – Jakarta.
Kemudian, untuk rute internasional, destinasi yang paling diminati antara lain masih Singapura dan Kuala Lumpur.
Dia menambahkan bahwa meskipun terjadi lonjakan trafik yang signifikan, operasional bandara tetap berjalan dengan baik melalui penguatan koordinasi lintas instansi dan optimalisasi layanan di seluruh area terminal.
Guna mendukung kelancaran itu, kata Heru, pihaknya juga tengah menyiagakan sejumlah moda transportasi seperti shuttle bus dan lainnya selama 24 jam, sedangkan untuk Skytrain beroperasi sampai jam 23.00 WIB, karena membutuhkan waktu lima jam untuk proses maintenance harian.
“Kesiapan personil tidak pernah kami turunkan. Jumlahnya tetap sama dengan saat arus mudik. Namun, fokus kami saat arus balik ini lebih ke area kedatangan (arrival), mulai dari garbarata, koridor kedatangan hingga moda transportasi. Kalau arus mudik kemarin fokusnya di keberangkatan (departure), mulai dari area parkir, check-in, hingga boarding lounge,” jelasnya. B




