Pulau Bawean Mengundang Pesona Wisatawan

Suasana senja saat di salah satu pantai di Pulau Bawean. (dok. bandara)
Bagikan

Keindahan dari Pulau Bawean yang berada di Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur memang belum seterkenal destinasi menarik Pulau Bali dan Pulau Karimunjawa di Provinsi Jawa Tengah.

Namun mengudang pesona, karena banyak destinasi wisata yang memiliki keindahan alam luar biasa.

Daratan cantik di bagian Timur Utara Pulau Jawa ini juga tidak harus mengeluarkan biaya mahal, hanya membayar tanda masuk dengan menggunakan kapal penyeberangan dari Pelabuhan Gresik.

Biasanya, tersedia kapal Gili Iyang dengan waktu operasional pada Rabu, Jumat dan Minggu pada pukul 09.00 WIB. Harga tiket yang ditetapkan sebesar Rp59.000 untuk anak-anak dan dewasa Rp76.000.

Kapal lainnya Natuna Express yang menuju Pulau Bawean pada Senin, Rabu dan Sabtu, pukul 09.00 WIB dengan harga tiket sebesar Rp146.000 untuk kelas Eksekutif dan kelas VIP Rp162.000.

Kemudian ada kapal Bahari Express 8E dengan berangkat pada Selasa, Kamis dan Minggu pada pukul 09.00 WIB dengan harga tiket Rp146.000 untuk kelas Eksekutif dan kelas VIP Rp162.000.

Baca juga :   Keberadaan Homestay di Destinasi Wisata Berdampak Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Harga tiket tersebut kini mengalami kenaikan, seiring dengan perkembangan berbagai biaya, termasuk perubahan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Tim Majalah BANDARA berkesempatan mengunjungi Pulau Bawean yang memukau dengan menggunakan Kapal Express Bahari rute Gresik-Bawean pada pukul 09.00 WIB dan sampai di pulau yang asri itu pada pukul 12.00 WIB.

Saat melakukan perjalanan itu pada Kamis (11/8/2022) dengan harga tiket yang dibayarkan terbagi dalam dua kelas, yakni tiket kelas Eksekutif dengan harga Rp170.000 dan kelas VIP seharga Rp220.000.

Kapal Express Bahari dengan rute Gresik-Bawean yang berangkat pada Kamis, pukul 09.00 WIB. (dok. bandara)

Pelabuhan Gresik sebagai lokasi keberangkatan wisatawan dari Kabupaten Gresik adalah pelabuhan kelas II yang terletak di kawasan Pesisir Selat Madura.

Lokasi pelabuhan ini berdampingan dengan kawasan permukiman penduduk yang berdiri di lokasi bekas jalur rel dari dan ke bangunan Stasiun Gresik yang sudah nonaktif, yaitu Lingkungan Pulo Pancikan.

Pelabuhan yang didirikan oleh Nyai Ageng Pinatih pada tahun 1389 sebagai Bandar Agung ini menjadi kawasan cagar budaya. Bahkan, pelabuhan ini menjadi saksi bisu bahwa Gresik pernah menjadi pusat perdagangan dan Islamisasi pada abad XV-XVI.

Baca juga :   Kemenparekraf Perkuat Rantai Pasok Industri Parekraf di Kabupaten Bandung

Saat ini, pelabuhan ini berfungsi sebagai pelabuhan penumpang dan barang, serta menjadi salah satu akses penyeberangan yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Bawean via Laut Jawa, selain Pelabuhan Paciran.

Pelabuhan ini berada dalam naungan dan pengelolaan dari PT Pelabuhan Indonesia III (Pelindo III) Cabang Gresik.

Pelabuhan Gresik melayani penyeberangan Gresik-Bawean dengan keberangkatan rutin sekali setiap hari dan durasi penyeberangan sekitar empat jam melintasi Laut Jawa.

Sementara itu, Pulau Bawean memiliki sejumlah lokasi wisata yang dapat dikunjungi para wisatawan, di antaranya ada penangkaran rusa Bawean, Danau Kastoba, Air Terjun Lakkar, Pantai Pulau Noko Selayar, Pulau Gili Noko, Pantai Mayangkara dengan pantai pasir putihnya, Pantai Kuburan Panjang, dan Tanjung Ga’ang. B

Komentar

Bagikan