Presiden Resmikan Operasional LRT Jabodebek

Kereta Api Lintas Rel Terpadu atau Light Rail Transit (LRT) terintegrasi untuk wilayah Jabodebek. (dok. kai.id)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Lintas Raya Terpadu Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (LRT Jabodebek) pada Senin (28/8/2023).

Prosesi peresmian itu dilakukan dengan naik LRT Jabodebek dari Stasiun Halim pada pukul 08.30 WIB menuju Stasiun Cawang, tempat lokasi acara.

Setelah diresmikan Jokowi, LRT Jabodebek langsung bisa dimanfaatkan oleh masyarakat mulai pukul 14.00 WIB dengan tarif promo berupa diskon 78%, yakni tarif flat sebesar Rp5.000 untuk seluruh lintas pelayanan.

Sebelum diresmikan hari ini, tanggal peresmian LRT Jabodebek sempat mengalami beberapa kali revisi dari target awal selesai tahun 2019.

Berdasarkan catatan tanggal operasional LRT Jabodebek diundur menjadi akhir tahun 2020 atau pertengahan tahun 2021.

Baca juga :   Kemenhub Dorong Peningkatan Kolaborasi Layanan Angkutan Laut dan Logistik

Salah satu alasannya karena proyek mengalami kendala pembebasan lahan untuk pembangunan depo di Bekasi Timur.

Setelah itu, pandemi Covid-19 melanda dunia sehingga target penyelesaian proyek LRT Jabodebek diundur menjadi tahun 2022 dan ditargetkan dapat beroperasi penuh pada Juni 2022.

Sebelum target tersebut terealisasi, kereta LRT Jabodebek yang tengah menjalani uji coba mengalami tabrakan di rel yang ada di atas Jalan Tol Jagorawi, Jakarta Timur pada Senin (25/1/2021).

Setelahnya pun target operasional kereta api tanpa masisnis ini berkali-kali mundur dan ada berbagai masalah.

Deretan masalah tersebut mulai dari salah desain pada jembatan lengkung bentang panjang (longspan) yang membuat kecepatan LRT Jabodebek berkurang hingga spesifikasi 31 rangkaian kereta berbeda-beda, sehingga sistem perangkat lunaknya perlu diperbaiki. B

Komentar