
Kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang semakin memanas berdampak langsung pada layanan penerbangan internasional di Sumatra Barat (Sumbar).
Bahkan, PT Angkasa Pura Indonesia melalui InJourney Airports Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM) mengumumkan penghentian sementara penerbangan langsung (charter flight) tujuan Jeddah mulai 3 – 18 Maret 2026.
Menurut General Manager InJourney Airports BIM Doni Subardono, keputusan ini diambil demi menjamin keselamatan jemaah menyusul ketidakpastian keamanan di jalur penerbangan internasional.
“Selama periode penangguhan dua minggu tersebut, layanan penerbangan umrah yang biasanya beroperasi dua kali seminggu ditiadakan sepenuhnya hingga situasi dinyatakan aman oleh otoritas terkait,” jelasnya.
Saat ini, keberangkatan jemaah umrah dari Sumbar memang terbatas akibat konflik.
Beberapa jemaah bahkan harus mencari rute alternatif melalui negara lain, seperti Malaysia, sebelum menuju Dubai atau Jeddah.
Meski keberangkatan ditunda, akses evakuasi bagi jemaah yang sudah berada di Arab Saudi tetap dibuka.
Tercatat pada periode 5 – 8 Maret 2026, proses kepulangan jemaah menuju BIM berjalan lancar.
Sementara itu, data Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumbar menyebutkan, hingga Minggu (7/3/2026), lebih dari 1.000 jemaah asal Sumbar telah tiba di tanah air dengan selamat.
Kelancaran proses kepulangan ini, karena penggunaan penerbangan langsung (direct flight) oleh mayoritas jemaah asal Sumbar, sehingga mereka tidak terdampak oleh penutupan hub transit internasional, seperti Doha di Qatar atau Dubai di Uni Emirat Arab.
Gelombang kepulangan berikutnya dijadwalkan tiba pada Senin (9/32026), dengan membawa sekitar 440 jemaah paket umrah pertengahan Ramadan 2026.
Untuk mengantisipasi dinamika informasi, manajemen BIM menyiagakan posko terpadu guna memberikan pembaruan data secara rutin kepada penumpang dan awak media, terutama menjelang periode angkutan Lebaran 2026. B



