Penerbangan maskapai Emirates dari Jakarta menuju Dubai dan pesawat dari Denpasar – Dubai tidak dapat mendarat di Bandara Internasional Dubai (BID) di Uni Emirat Arab, karena BID dihantam drone dalam perang Iran – Amerika Serikat.
Kedua maskapai Emirat tersebut adalah EK 359 rute Jakarta – Dubai, dialihkan mendarat di Zayed International Airport di Abu Dhabi dengan perkiraan 309 penumpang.
Kemudian, penerbangan EK 399 rute Denpasar – Dubai, dialihkan mendarat di Al Maktoum International Airport dengan perkiraan 300 penumpang.
Menurut Plt Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (WNI) Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah, serangan drone dari Iran menghantam area Bandara Internasional Dubai pada Senin (16/3/2026), sehingga mengganggu lalu lintas penerbangan.
“Saat ini, tidak ada WNI yang menjadi korban atau meminta bantuan terkait dengan serangan drone Iran tersebut,” jelasnya dalam keterangannya.
Perwakilan Indonesia di Uni Emirat Arab, kata Heni, terus melakukan pemantauan mengenai perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan otoritas setempat, serta maskapai terkait untuk memastikan kelancaran perjalanan WNI yang terdampak.
Pernyataan Kementerian Luar Negeri tersebut muncul usai area dekat Bandara Internasional Dubai kebakaran gegara serangan drone.
Kantor Media Dubai melaporkan kebakaran terjadi karena benturan pada salah satu tangki bahan bakar di sekitar bandara.
“Tim berhasil memadamkan api dan tak ada laporan korban luka,” tulis laporan media itu, seperti dikutip Al Jazeera.
Beberapa penerbangan dialihkan ke Bandara Internasional Al Maktoum. Otoritas Penerbangan Sipil Dubai juga menangguhkan penerbangan di bandara.
“Sebagai tindakan pencegahan untuk memastikan keselamatan semua penumpang dan staf,” demikian pernyataan Otoritas Bandara Dubai.
Namun, mereka tidak menyebut kapan penerbangan akan dilanjutkan. B




