
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mempercepat perbaikan sejumlah ruas jalan berlubang untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat menjelang arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah.
Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja meninjau kondisi jalan di beberapa titik dan menemukan kerusakan yang perlu segera ditangani agar tidak membahayakan pengguna jalan.
Dia menjelaskan, pemerintah daerah (pemda) telah berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Bekasi untuk mempercepat penanganan kerusakan jalan.
“Saya sudah berkoordinasi dengan Bina Marga agar jalan – jalan yang berlubang segera dirapikan. Mudah – mudahan secepatnya bisa ditangani,” ujar Asep.
Dia menargetkan perbaikan jalan dapat diselesaikan sebelum Lebaran 2026 agar arus kendaraan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik tetap lancar.
“Targetnya sebelum Lebaran semuanya sudah selesai. Bahkan kalau bisa besok sudah mulai dikerjakan,” ungkapnya.
Asep menambahkan, pemerintah daerah telah mengidentifikasi sejumlah titik kerusakan jalan yang menjadi prioritas penanganan karena berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan.
“Banyak titiknya, terutama yang berlubang. Semua yang ada kerusakan harus kita perbaiki agar masyarakat yang melintas bisa lebih aman,” tuturnya.
Dia menegaskan, sebagian ruas jalan di wilayah Kabupaten Bekasi merupakan jalan nasional, sehingga perbaikannya memerlukan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.
“Ini juga ada jalan nasional. Kami sudah mengajukan kepada gubernur agar ada perbaikan sepanjang sekitar 33 kilometer sampai perbatasan wilayah,” tegasnya.
Pemkab Bekasi telah menyiapkan anggaran sekitar Rp140 miliar untuk penanganan infrastruktur jalan di wilayah tersebut.
Asep mengatakan, perbaikan cepat menjelang arus mudik akan dilakukan melalui penambalan di titik – titik jalan yang rusak.
“Anggaran untuk jalan sekitar Rp140 miliar. Tapi untuk sementara kita lakukan penambalan dulu di titik – titik yang rusak,” ujarnya.
Dia menyebutkan, anggaran penanganan sementara berkisar Rp1 miliar hingga Rp2 miliar agar kerusakan jalan tidak membahayakan masyarakat selama periode mudik.
“Untuk pergeseran anggaran sementara kita tambal – tambal dulu, sekitar Rp1 sampai Rp2 miliar, karena sifatnya penanganan cepat,” jelasnya.
Asep berharap percepatan perbaikan jalan dapat mengurangi risiko kecelakaan serta membantu masyarakat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman. B



